Berita Kaltara Terkini
Harga Solar Melonjak, Nelayan Mangkupadi Tercekik dan Terancam Tinggalkan Laut
Harga solar melonjak drastis, nelayan di Mangkupadi mulai mengurangi melaut hingga terancam beralih profesi
“Sekarang makin tercekik. Penghasilan menurun, harga solar naik. Bisa-bisa kami berhenti jadi nelayan,” kata Rahmat.
Baca juga: Speedboat di Malinau Mulai Dikenai Pajak, Sumbang PAD Kaltara Hingga Rp30 Juta
Sebagai upaya bertahan, sejumlah nelayan beralih menggunakan perahu ketinting berbahan bakar bensin yang dianggap lebih hemat. Namun, perahu jenis ini memiliki keterbatasan daya jelajah dan kapasitas dibandingkan perahu dompeng.
Perubahan Kondisi Laut dan Tekanan Industri
Selain persoalan BBM, nelayan Kampung Baru juga menghadapi perubahan kondisi lingkungan laut.
Aktivitas kapal tongkang milik perusahaan di kawasan industri KIPI disebut telah mengganggu wilayah tangkap ikan.
Akibatnya, nelayan harus melaut lebih jauh ke tengah laut untuk mendapatkan hasil yang memadai. Kondisi ini tentu membutuhkan perahu lebih besar dan konsumsi BBM yang lebih tinggi.
“Laut sekarang tidak seperti dulu. Kami harus ke tengah, itu butuh solar lebih banyak,” ujarnya.
Baca juga: SPMB Tarakan 2026 Siap Digelar, Ini Skema Zonasi dan Jalur Seleksinya
Jika kondisi ini terus berlangsung, bukan tidak mungkin nelayan di Kampung Baru akan beralih profesi.
Tekanan ekonomi akibat mahalnya BBM dan menurunnya hasil tangkapan menjadi faktor utama yang mendorong perubahan tersebut.
Meski demikian, hingga saat ini para nelayan masih berupaya bertahan dengan berbagai cara.
Harapan akan solusi dari pemerintah terkait akses BBM subsidi menjadi hal yang dinantikan agar keberlangsungan hidup nelayan tetap terjaga. (*)
| SPMB Tarakan 2026 Siap Digelar, Ini Skema Zonasi dan Jalur Seleksinya |
|
|---|
| DPRD Kaltara Bahas RTRW, Permukiman Tanah Kuning Terancam Masuk Kawasan Industri |
|
|---|
| Menunggu 13 Tahun, Walikota Tarakan Khairul Bersama Sang Istri Tunaikan Ibadah Haji Tahun ini |
|
|---|
| Speedboat di Malinau Mulai Dikenai Pajak, Sumbang PAD Kaltara Hingga Rp30 Juta |
|
|---|
| Hardiknas di SMPN 2 Nunukan Berlangsung Meriah, Dari Lomba Kreatif hingga Program AI |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260505_Nelayan-di-Mangkupadi-Kapal.jpg)