Selasa, 2 Juni 2026

Idul Adha 2026

Antisipasi Sapi Ilegal Jelang Idul Adha, Pemkot Tarakan Sidak Pedagang Kurban

Pemkot Tarakan bersama TPID turun langsung memeriksa sapi kurban demi mencegah hewan ilegal dan PMK

Tayang:
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
SIDAK SAPI KURBAN - Petugas gabungan dari Pemkot Tarakan, TPID, BKHIT, kepolisian, dan kejaksaan melakukan pemeriksaan sapi kurban di lokasi penjualan hewan ternak Jalan Bhayangkara, Pasir Putih, Tarakan, Kalimantan Utara, Jumat (22/5/2026). Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan sapi yang dijual legal, sehat, dan bebas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). (TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH) 

Pemeriksaan pascapemotongan atau postmortem akan difokuskan pada organ-organ vital seperti hati, jantung, dan limpa.

Baca juga: Pengamat Ekonomi Tarakan Analisis Dampak Rupiah Melemah ke Rp17.000

“InsyaAllah nanti pada hari Idul Adha, kita juga akan melakukan pemeriksaan antemortem dan pemeriksaan setelah dipotong terutama menyangkut bagian-bagian yang vital,” ungkapnya.

Stabilkan Harga Hewan Kurban

Selain aspek kesehatan dan legalitas, sidak juga dilakukan untuk menjaga stabilitas harga hewan kurban di pasaran.

TPID memastikan harga sapi tetap berada dalam batas keterjangkauan masyarakat menjelang meningkatnya permintaan saat Idul Adha.

Langkah ini dinilai penting untuk mengendalikan inflasi daerah sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

Pemkot Tarakan juga menyiapkan petugas khusus dari Dinas Ketahanan Pangan guna melakukan pengawasan langsung di lokasi penyembelihan hewan kurban, terutama di masjid-masjid.

Baca juga: Idul Adha 2026 Resmi 27 Mei, Ini Jadwal Libur Nasional dan Cuti Bersama SKB 3 Menteri

“Nanti petugas melakukan identifikasi dan pengawasan di tempat pemotongan terutama di masjid,” ujarnya.

Upaya Menjaga Keamanan Konsumsi Masyarakat

Pemerintah berharap pengawasan ketat terhadap hewan kurban dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam mengonsumsi daging kurban.

Dengan pemeriksaan berlapis mulai dari sebelum hingga sesudah penyembelihan, kualitas daging yang beredar di masyarakat diharapkan tetap terjaga.

Sejauh ini, Tarakan disebut belum pernah menemukan kasus serius terkait penyakit hewan kurban selama pelaksanaan Idul Adha.

Karena itu, pengawasan rutin dan sidak lapangan akan terus diperkuat demi menjaga kesehatan masyarakat sekaligus stabilitas ekonomi daerah. (*)

Sumber: Tribun kaltara
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved