Idul Adha 2026
Nasib 'Blue', Sapi Limousin 800 Kg di Tarakan yang Gagal Terjual Saat Idul Adha 2026
Blue, sapi limousin berbobot 800 kilogram di Tarakan, gagal terjual saat Idul Adha 2026 meski sudah ditawarkan Rp70 juta.
Ringkasan Berita:
- Sapi limousin bernama Blue berbobot 800 kg di Tarakan belum laku terjual hingga pasca Idul Adha 2026.
- Pedagang menduga sapi murah dari pemasok Gorontalo membuat pembeli enggan membeli sapi lokal.
- Pemilik sapi harus mengeluarkan biaya perawatan lebih dari Rp100 ribu per hari sambil menunggu pembeli.
TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN – Seekor sapi limousin bernama Blue berbobot 800 kilogram di Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara, gagal terjual pada momen Idul Adha 2026.
Padahal, sapi kurban seharga Rp70 juta itu sudah layak dipotong untuk kurban.
Penjual menduga sepinya pembeli dipicu banyaknya sapi murah yang dijual langsung pemasok asal Gorontalo ke masyarakat Tarakan.
Blue didatangkan ke Tarakan dari Gorontalo pada akhir Maret 2026 lalu dengan bobot awal sekitar 700 kilogram.
Baca juga: Prabowo Beli 1.098 Sapi Kurban Pakai APBN Rp100 Miliar, Pengamat Singgung Pencitraan
Setelah dirawat selama beberapa bulan, bobot sapi tersebut kini mencapai 800 kilogram.
Namun hingga hari kedua pasca Idul Adha 2026, sapi tersebut belum juga laku terjual.
Pemilik sapi, Ilham, mengaku pembeli sebenarnya sempat datang menawar, tetapi harga yang diajukan dinilai terlalu rendah.
"Sudah ditawar tapi penawarannya rendah sekali karena katanya di tempat lain yang dari Gorontalo yang jual langsung harganya lebih murah. Ada yang tawar Rp60 juta. Gak bisa saya lepas," aku Ilham yang ditemui media di lokasi penjualan sapi miliknya, Kelurahan Karang Harapan.
Baca juga: Heboh Sapi Kurban Jumbo Terperosok ke Parit di Samarinda, Warga Ramai-ramai Evakuasi
Menurut Ilham, saat ini masih ada sekitar 12 ekor sapi di tempat penjualannya di RT 16 Kelurahan Karang Harapan yang belum terjual.
Ia menduga kondisi tersebut dipicu pemasok sapi dari Gorontalo yang menjual langsung ke pembeli di Tarakan dengan harga lebih murah.
Padahal, kata Ilham, dalam nota kesepahaman atau MoU antara Pemkot Gorontalo dan Pemkot Tarakan disebutkan pemasok hanya bertugas memasok sapi kepada pengusaha lokal di Tarakan, bukan menjual langsung ke masyarakat.
Tak hanya dirinya, sejumlah pedagang sapi lain di Tarakan juga mengalami kondisi serupa.
Baca juga: Stok Sapi Kurban di Samarinda Surplus 7.000 Ekor, Tapi Harga Tetap Tinggi, Ini Penyebabnya
Banyak pembeli disebut lebih memilih membeli langsung ke pemasok, bahkan diduga melalui perantara broker.
Karena Blue belum laku, Ilham kini harus menanggung biaya perawatan harian yang cukup besar.
Dalam sehari, kebutuhan pakan sapi bisa mencapai lebih dari Rp100 ribu, belum termasuk vitamin dan obat cacing.
| Rumah Terendam, Warga Kubar Rayakan Idul Adha di Tengah Banjir, Polisi Antar Daging Pakai Perahu |
|
|---|
| PWI dan SMSI Berau Potong 4 Sapi Kurban, Pererat Kebersamaan Wartawan |
|
|---|
| H+1 Idul Adha 2026, Warga Ujoh Bilang Mahulu Gotong Royong Bagikan 698 Kg Daging Kurban |
|
|---|
| GPMB Paser Ajak Warga Jadikan Idul Adha Momentum Tingkatkan Literasi Desa |
|
|---|
| Turun Langsung, Hendra Kawal Aspirasi Sapi Kurban Budisatrio Djiwandono untuk Warga Sebulu Kukar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260529_lham-saat-menunjukkan-sapi-Liomousinnya-Blue-tak-laku-di-momen-Idul-Adha-2026.jpg)