Rabu, 17 Juni 2026

Berita Nunukan Terkini

Program MBG di Sebatik Timur Nunukan Kaltara Stop Sementara, 3.464 Penerima Manfaat Terdampak

Ribuan pelajar, balita, ibu hamil dan ibu menyusui di Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan untuk sementara tidak lagi menerima MBG.

Tayang:
Editor: Sumarsono
TribunKaltara.com/Andi Pausiah/TRIBUNKALTARA.COM/IST
MENIKMATI MBG - Sejumlah pelajar menikmati makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di ruang kelas. Program yang melayani ribuan pelajar di Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan, tersebut terhenti sementara sejak Senin (15/6/2026) akibat keterlambatan pencairan dana operasional.(TribunKaltara.com/Istimewa-SPPG Sebatik Timur). 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Ribuan pelajar, balita, ibu hamil dan ibu menyusui di Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara untuk sementara tidak lagi menerima program Makan Bergizi Gratis alias MBG.

Menurut Koordinator Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi ( SPPG ) Kabupaten Nunukan, Fitra Diani, operasional SPPG Tanjung Aru yang beralamat di Jalan Imam Bonjol, Desa Tanjung Aru, Kecamatan Sebatik Timur yang selama ini melayani MBG di wilayah tersebut terpaksa dihentikan sementara.

Hal ini akibat keterlambatan pencairan dana dari pemerintah pusat.

Penghentian layanan MBG mulai berlaku pada Senin (15/6/2026).

Fitra Diani mengatakan, dana operasional yang tersisa sudah tidak mencukupi untuk menjalankan kegiatan dapur MBG.

MOBIL SPPG LUMPUR
MOBIL SPPG - Kondisi jalan menuju dapur Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanjung Aru di Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan. Selain keterlambatan pencairan dana, akses jalan yang belum memadai turut menjadi kendala dalam operasional dan distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).(TribunKaltara.com/Istimewa-Dokumentasi SPPG Tanjung Aru)

"Penghentian program MBG di Sebatik Timur ini disebabkan kendala teknis berupa keterlambatan pencairan dana.

Sisa dana yang ada tidak cukup untuk kebutuhan operasional," kata Fitra Diani kepada TribunKaltara.com, melalui pesan tertulis, Selasa (16/6/2026).

Imbas dari penghentian tersebut, sebanyak 3.141 murid dari 31 sekolah di Sebatik Timur tidak menerima jatah MBG.

Tak hanya itu, sebanyak 323 penerima manfaat lainnya yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui dan balita juga terdampak.

Jika ditotal, ada 3.464 penerima manfaat yang sementara waktu kehilangan akses program MBG di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia tersebut.

Baca juga: 7 Pernyataan BGN soal Program MBG, Penerima Manfaat Dipangkas hingga Larang Pegawainya Punya SPPG

Menunggu Dana Masuk dari Pusat

Kepala SPPG Tanjung Aru Zulkifli, menjelaskan pihaknya masih menunggu pencairan dana yang ditransfer melalui rekening virtual account (VA) masing-masing SPPG.

Menurutnya, tanpa dana tersebut pihak dapur tidak dapat menjalankan operasional karena seluruh kebutuhan harus dibayar, mulai dari bahan pangan hingga honor relawan.

"Kalau dananya sudah cair, kami bisa langsung running lagi. Kemungkinan hari Rabu sudah bisa berjalan, tapi itu tergantung pencairan dana dari pusat," ujarnya kepada TribunKaltara.com melalui sambungan telepon, Selasa (16/6/2026).

Ia mengatakan informasi penghentian layanan sebenarnya telah disampaikan kepada sekolah-sekolah dan relawan sejak malam sebelum operasional dihentikan.

"Kami sudah informasikan sejak malam sebelumnya kepada sekolah, relawan, termasuk pihak terkait yang tergabung dalam grup koordinasi," katanya.

Tak Hanya Dana, Jalan ke Dapur Juga Jadi Kendala

Selain masalah pencairan dana, pihak SPPG mengaku masih menghadapi sejumlah hambatan di lapangan.

Salah satunya akses jalan menuju dapur MBG yang belum sepenuhnya memadai.

"Kendala juga ada di jalan. Sampai sekarang masih menunggu penimbunan kerikil sehingga akses menuju dapur lebih mudah dilalui," ujarnya.

Kondisi tersebut turut memengaruhi distribusi makanan ke puluhan sekolah yang tersebar di wilayah Sebatik Timur.

Baca juga: Kisah Haru Siswa Sebatik, Digendong Menyeberangi Sungai demi Ujian, MBG Disantap di Pinggir Kali

Layani 31 Sekolah

Selama beroperasi, SPPG Tanjung Aru melayani 31 sekolah mulai dari PAUD, TK, SD, MI, SMP, MTs hingga MA.

Jumlah penerima manfaat terbesar berasal dari SDN 001 Sebatik Timur sebanyak 397 siswa, disusul MI As'adiyah sebanyak 355 siswa dan SDN 002 Sebatik Timur sebanyak 243 siswa.

Saat ini sebenarnya terdapat dua dapur MBG di Sebatik Timur, yakni Tanjung Aru dan Sungai Nyamuk.

Namun dapur Sungai Nyamuk masih belum beroperasi sehingga pelayanan MBG selama ini hanya ditangani oleh SPPG Tanjung Aru.

Pesan Kepada Masyarakat dan Supplier

Pihak SPPG menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat serta para pemasok bahan pangan yang ikut terdampak akibat penghentian sementara tersebut.

"Kami meminta maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat dan supplier yang selama ini menyuplai kebutuhan dapur seperti sayur, beras, ayam, telur dan lainnya. Kami berharap pencairan dana segera selesai sehingga program bisa kembali berjalan," pungkasnya. (*)

Penulis: Fatimah Majid

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
Live
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
VS
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
VS
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
VS
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved