Makan Bergizi Gratis
7 Pernyataan BGN soal Program MBG, Penerima Manfaat Dipangkas hingga Larang Pegawainya Punya SPPG
Program MBG memasuki babak baru setelah jajaran pimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) mulai melakukan evaluasi menyeluruh
Ringkasan Berita:
- BGN menyiapkan evaluasi besar-besaran terhadap Program MBG dengan menghentikan sementara pelaksanaan selama masa libur sekolah dan mengaudit seluruh dapur atau SPPG di Indonesia
- BGN juga berencana mengubah skema insentif SPPG yang selama ini sebesar Rp 6 juta per hari, menata ulang jumlah dapur, serta melakukan refocusing penerima manfaat
- Selain melakukan pembenahan tata kelola, BGN menegaskan pegawainya tidak boleh memiliki SPPG
TRIBUNKALTIM.CO - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki babak baru setelah jajaran pimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) mulai melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai aspek pelaksanaannya.
Sejumlah kebijakan yang sebelumnya diterapkan kini tengah ditinjau ulang, mulai dari operasional dapur MBG, mekanisme pemberian insentif kepada pengelola dapur, jumlah penerima manfaat, hingga penggunaan aset yang telah dibeli menggunakan anggaran negara.
Serangkaian pernyataan yang disampaikan Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari pada Senin (15/6/2026) menunjukkan bahwa lembaga tersebut sedang melakukan penataan besar-besaran terhadap program unggulan pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak sekolah.
Penataan tersebut dilakukan bersamaan dengan momentum libur sekolah yang dianggap menjadi waktu tepat untuk melakukan audit, evaluasi, dan pembenahan sistem sebelum kegiatan belajar mengajar kembali berlangsung pada tahun ajaran baru.
Baca juga: BGN Siapkan Skema Baru Insentif Dapur MBG, Tak Lagi Sama Rata Rp 6 Juta per Hari
Berikut pernyataan lengkapnya.
1. Program MBG Akan Dihentikan Sementara Selama Libur Sekolah
Langkah pertama yang akan dilakukan BGN adalah menghentikan sementara pelaksanaan program MBG selama masa libur sekolah.
Menurut Agustina Arumsari, penghentian sementara itu dilakukan agar pemerintah memiliki kesempatan melakukan evaluasi total terhadap pelaksanaan program di lapangan.
"Kami juga memanfaatkan momentum untuk libur sekolah ini, kami akan setop semua, kami akan audit semua dapur," ucap Agustina Arumsari di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (15/6/2026).
Audit tersebut tidak hanya menyasar dapur MBG atau SPPG, tetapi juga mencakup tata kelola program secara keseluruhan. BGN ingin memastikan seluruh mekanisme operasional berjalan sesuai standar sebelum program kembali dijalankan.
"Ya, setop. Untuk yang semasa libur sekolah sambil kita membenahi gitu," ujar dia.
BGN berharap seluruh proses pembenahan dapat selesai saat siswa kembali masuk sekolah.
"Nanti mudah-mudahan ketika nanti anak-anak sudah masuk sekolah, kita sudah lebih baik, kondisi di lapangan sudah lebih rapi gitu ya," tutur Agustina.
Dalam konteks program MBG, audit dapur berarti pemeriksaan menyeluruh terhadap aspek operasional, keamanan pangan, standar penyimpanan bahan makanan, proses distribusi, hingga kualitas makanan yang diberikan kepada penerima manfaat.
2.BGN Akan Mengaudit dan Menata Ulang Seluruh Dapur MBG
Selain menghentikan program sementara, BGN juga akan melakukan audit terhadap seluruh SPPG.
SPPG merupakan singkatan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, yaitu unit dapur yang bertugas menyiapkan, mengolah, dan mendistribusikan makanan bergizi kepada penerima manfaat program MBG.
| BGN Siapkan Skema Baru Insentif Dapur MBG, Tak Lagi Sama Rata Rp 6 Juta per Hari |
|
|---|
| BGN Setop Distribusi Makan Bergizi Gratis Selama Masa Libur, Ini Alasannya |
|
|---|
| Program MBG Dihentikan Sementara Saat Libur Sekolah, BGN Audit Seluruh Dapur dan Benahi Tata Kelola |
|
|---|
| Nanik Ungkap Perannya Dibatasi Saat Jadi Wakil Kepala BGN, Tak Pernah Diajak Rapat oleh Dadan |
|
|---|
| Pemerintah Pastikan Tidak akan Hentikan Program MBG, 'Anak Sekolah Emang Nggak Boleh Makan Lagi?' |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250116_CPNS-BGN-2025.jpg)