Kamis, 9 April 2026

Berita PPU Terkini

Destinasi Wisata Mulai Dilirik, Objek Wisata di PPU Mulai Didata

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai aktif memberikan perhatian pada sektor destinasi wisata

Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/HO
Tim tenaga ahli Bupati PPU beserta Masata, Pokdarwis, HPI, dan sebagian Kepala Desa di Kabupaten PPU.TRIBUNKALTIM.CO/HO 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai aktif memberikan perhatian pada sektor destinasi wisata.

Pasalnya, diketahui bahwa semenjak pandemi Covid-19 menerpa kehidupan masyarakat yang hampir satu tahun ini, salah satu sektor yang paling terampak adalah destinasi wisata.

Dalam upaya meningkatkan kembali perekonomian di sektor Destinasi Wisata, Tenaga Ahli Bupati PPU, Kalimantan Timur (Kaltim), bersama Tim Program Pembangunan Pemberdayaan Kelurahan dan Perdesaan Mandiri (P2KPM) melakukan pertemuan dengan pihak terkait untuk mengidentifikasi destinasi wisata yang ada di PPU.

Baca Juga: Cegah Karhutla di Kutim, BPBD Gelar Apel Gabungan Siaga Kebakaran

Baca Juga: Profil Yurnalis Ngayoh, Tokoh Dayak yang Tutup Usia, Mantan Wagub Berprestasi Bagi Kalimantan Timur

Sunarto Sastrowardoyo selaku tenaga ahli Bupati PPU mengkatakan, bahwa hasil dari indentifikasi dan pendataan tiap objek wisata di semua desa atau kelurahan ini akan menjadi bank, untuk jadi landasan pengembangan pariwisata di kabupaten yang akan menjadi ibu kota negara (IKN) kelak.

"Nantinya data itu akan dikemas dalam bentuk dokumen untuk mengembangkan sektor pariwisata yang terintegrasi, terpadu dan tentu untuk berkelanjutan," kata Sunarto, Selasa (9/2/2021).

Lanjut Sunarto, pertemuan tersebut tentunya juga melibatkan kepala desa,Himpunana Pramuwisata Indonesia (HPI), kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dan masyarakat peduli pariwisata (Masata) dalam menunjang pengumpulan data wisata yang ada di PPU.

Baca Juga: Dua RT di Graha Indah Balikpapan, Terbanyak Sumbang Kasus Covid-19, Kini Pembatasan Jam Malam

Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Beruntun di Muara Rapak Balikpapan, Diduga Truk jadi Biang, Mengangkut Beras

Dirinya juga mengungkapkan memiliki pasukan (pendamping) di setiap desa/kelurahan untuk dapat mempercepat proses pendataan dan identifikasi.

"Matrik ini segera disebar kepada semua pendamping desa/kelurahan Program P2KPM Kabupaten, jadi setelah matrik ini telah diisi oleh pendamping dan pihak di desa/keluran akan melakukan pertemuan dengan dispar kemudian hasil pendataan itu akan diteruskan ke pak Bupati untuk dilakukan kebijakan selanjutnya," ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut didapatkan ada sekira 9 matrik yang telah disepakati.

Dari 9 tersebut terdapat 7 hinggga 10 nomor yang harus diisi oleh pendamping program P2KPM PPU.

Baca Juga: Gara-gara Kaltim Senyap, 3 Pasang Calon Pengantin di Tenggarong Tunda Acara Nikah Mereka

Matrik tersebut meliputi tentang destinasi, pemanfaat, pendapatan, status, pengunjung, interkoneksi, amenotas, dan matrik rencana pengembangan destinasi wisata.

Dari pendataan tersebut, Sunarto menargetkan setikdakmha ada lima objek wisata yang nantinya bisa dikembangkan yaitu objek wisata yang mewakili agrowisata, budaya, ekowisata pedalaman dan pesisir," pungkasnya.

Penulis : Dian Ms/Editor: Samir Paturusi

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved