Berita Samarinda Terkini
Pemkot Samarinda Bantu Ribuan Warga Melalui Bansos Non Tunai
Pemerintah Kota Samarinda terus berkomitmen untuk mewujudkan target penghapusan kemiskinan ekstrem
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pemerintah Kota Samarinda terus berkomitmen untuk mewujudkan target penghapusan kemiskinan ekstrem.
Sebagai bentuk nyata, sebanyak 1.242 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Samarinda menerima bantuan sosial (bansos) non tunai.
Penyerahan bansos ini dilakukan secara simbolis oleh Walikota Samarinda, Andi Harun, Sabtu (10/9) di Balai Kota Samarinda.
Andi Harun menjelaskan bahwa program bansos ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2024 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P2KE).
"Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban hidup masyarakat miskin dan miskin ekstrem, serta meningkatkan kesejahteraan mereka," ujar Andi Harun.
Baca juga: Andi Harun Beber Kebutuhan Anggaran untuk Fasilitas Parkir di Teras Samarinda Meningkat
Baca juga: 3 Nama Terkuat di Hasil Survei Pilkada Samarinda 2024, Sosok yang Paling Pas Dampingi Andi Harun
Dengan menggunakan Kartu Sosial Security Number (SSN) Bank Kaltimtara, Lanjut Andi Harun, penyaluran bansos ini diharapkan lebih transparan dan akuntabel.
Bansos non tunai senilai Rp 300 ribu per bulan ini akan disalurkan selama 10 bulan dalam tiga tahap.
Untuk tahap pertama sebanyak 4 bulan, tahap kedua untuk 3 bulan dan tahap ketiga untuk 3 bulan. Bantuan ini hanya dapat digunakan untuk membeli sembilan jenis bahan pokok di warung Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang tersebar di 10 kecamatan di Samarinda.
Dipaparkan Andi Harun, hanya dapat dibelanjakan di e-warung Kube yang memang telah disiapkan oleh Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Kota Samarinda.
"Di Kota Samarinda sendiri tersedia 27 KUBE. Dan kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga penerima manfaat," katanya.
Orang nomor satu di Samarinda ini pun berharap program bansos ini tak hanya sekadar menjadi solusi jangka pendek, melainkan juga dapat mendorong KPM untuk lebih mandiri dan produktif.
"Saya juga berharap ke depannya tak selamanya menjadi penerima bantuan. Harus mampu meningkatkan kesejahteraan hidup, dan akan lebih baik bila bisa memberikan peluang baru yang dapat membantu warga sekitarnya," tutur Andi Harun.
Baca juga: Jadi Nominasi Kota Percontohan Antikorupsi, Walikota Samarinda Andi Harun akan Perkuat Komitmen
Di sisi lain, Andi Harun juga optimis bahwa jumlah penerima bansos akan terus berkurang di tahun-tahun mendatang.
"Jika hal ini terjadi, berarti kita telah berhasil mengurangi angka kemiskinan ekstrem di Kota Samarinda," pungkasnya. (*)
| Tidak Ada Lonjakan Signifikan Pertumbuhan Penduduk di Samarinda Usai Idul Fitri |
|
|---|
| Pemkot Samarinda Finalisasi WFH ASN, Fokus Efisiensi Energi dan Pengurangan Emisi |
|
|---|
| 42 Pelajar Lolos Seleksi Awal Paskibraka Samarinda 2026, Bersiap Tes Intelegensi |
|
|---|
| Ubah Sampah Jadi Listrik, Samarinda Kekurangan 340 Ton Sampah, Jalin Kerjasama dengan Kukar |
|
|---|
| Kasus Dana Hibah KONI Samarinda, Pembelaan Terdakwa: Bukan Niat Korupsi, Hanya Salah Tafsir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240811-Walikota-Samarinda-Andi-Harun.jpg)