Lifestyle
6 Daerah di Indonesia dengan Tradisi Rabu Wekasan yang Berbeda
Rabu Wekasan adalah sebuah tradisi yang dilakukan oleh sebagian umat Islam di Indonesia pada hari Rabu terakhir di bulan Safar.
Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Nisa Zakiyah
TRIBUNKALTIM.CO - Rebo Wekasan, atau Rabu Wekasan adalah sebuah tradisi yang dilakukan oleh sebagian umat Islam di Indonesia pada hari Rabu terakhir di bulan Safar, bulan kedua dalam kalender Hijriah.
Tradisi Rabu Wekasan ini diyakini sebagai wujud permohonan agar terhindar dari berbagai bencana (tolak bala) dan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT.
Kepercayaan Rabu Wekasan ini berakar dari beberapa sumber dan keyakinan.
Tahun ini, Rabu Wekasan 2025 jatuh pada tanggal 20 Agustus 2025 atau Rabu terakhir di bulan Safar 1447 H.
Baca juga: Rabu Wekasan 2025 Jatuh Pada Tanggal Berapa? Lengkap 3 Amalan yang Dapat Dikerjakan
Dikutip dari staisenorituban.ac.id, salah satu penjelasan yang sering disebutkan, termasuk oleh KH Maimoen Zubair, merujuk pada kitab Tarikh Muhammadur Rasulullah.
Dalam kitab tersebut, dijelaskan bahwa Rasulullah SAW mulai mengalami sakit pada hari Rabu terakhir bulan Safar.
Beliau berpesan kepada Sayyidina Abu Bakar, “Bersegeralah bersedekah, karena bala’ dan musibah tidak bisa mendahului amal sedekah.”
Selain itu, kitab Kanzun Najah was-Surur karya Abdul Hamid Quds juga menyebutkan bahwa setiap tahun, Allah SWT menurunkan 320.000 bencana pada hari Rabu terakhir bulan Safar.
Baca juga: Malam Rabu Wekasan 2025 Jatuh Pada Tanggal Berapa? Ini Bacaan Doanya Lengkap Arti
Keyakinan inilah yang menjadi dasar bagi tradisi Rabu Wekasan sebagai upaya menjauhkan diri dari segala bentuk musibah.
Ragam Tradisi Rabu Wekasan di Nusantara
Setiap daerah di Indonesia memiliki cara unik untuk merayakan Rabu Wekasan sebagai bagian dari kekayaan budaya Islam Nusantara.
1. Yogyakarta
Kirab Lemper dan Rebo Pungkasan Masyarakat Yogyakarta menyebutnya Rebo Pungkasan.
Puncak acara biasanya adalah mengarak lemper raksasa.
Lemper ini kemudian dipotong dan dibagikan kepada pengunjung, yang melambangkan berkah dan doa keselamatan.
2. Aceh
Zikir Bersama dan Rabu Abeh Di Aceh, tradisi ini dikenal sebagai Rabu Abeh.
Jika dahulu dilakukan dengan ritual pemotongan kerbau dan membuang kepalanya ke laut, kini tradisi tersebut telah disesuaikan dengan ajaran Islam.
Masyarakat setempat menggantinya dengan pembacaan shalawat, zikir, dan doa bersama sebagai sarana tolak bala.
3. Banten
Tradisi Mandi Kembang dan Dudus Masyarakat Banten memiliki tradisi Dudus, yaitu ritual mandi kembang tujuh rupa yang sudah ada sejak masa Kesultanan Banten.
Tradisi ini dilakukan setelah shalat dan doa bersama, dengan tujuan memohon panjang umur, kesehatan, rezeki, serta terhindar dari bahaya.
4. Banyuwangi
Tradisi Petik Laut Bagi masyarakat pesisir Banyuwangi, Rabu Wekasan dirayakan melalui Tradisi Petik Laut.
Acara ini melibatkan doa bersama, diikuti dengan melarung sesaji yang diletakkan di atas kapal kecil ke tengah laut.
Tradisi ini dipercaya dapat mendatangkan keberkahan dan menolak musibah bagi nelayan.
5. Kalimantan Selatan
Arba Mustamir Di Kalimantan Selatan, Rabu Wekasan dikenal dengan sebutan Arba Mustamir, yang berasal dari bahasa Arab dan berarti "Rabu berkelanjutan."
Tradisi ini dilaksanakan dengan memperbanyak ibadah, seperti shalat sunah, membaca ayat suci Al-Qur’an, dan doa bersama.
6. Maluku Tengah
Masyarakat Maluku Tengah memperingati Rabu Wekasan dengan ritual Mandi Shafar.
Tradisi yang sudah ada sejak ratusan tahun ini diawali dengan doa bersama, membuat sajian tradisional bernama lamet, dan diakhiri dengan mandi bersama di pantai.
Ritual ini diyakini akan mendatangkan keselamatan dan menjauhkan dari mara bahaya. (*)
| Cuaca Ekstrem Tingkatkan Risiko ISPA dan Pneumonia, Penyakit Paling Sering Muncul |
|
|---|
| Super Flu Masuk Indonesia: Ini Gejala, Cara Penanganan, dan Sebaran Kasus di 8 Provinsi |
|
|---|
| 24 Jam Berhenti Belanja! Rayakan Buy Nothing Day Setiap 26 November |
|
|---|
| 4 Khasiat Lentil yang Sanggup Turunkan Kolesterol Lebih Cepat dari Oat |
|
|---|
| 5 Manfaat Edamame yang Ternyata Ampuh Redakan Gejala Menopause |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250820_Rabu-Wekasan.jpg)