Selasa, 9 Juni 2026

Berita Nasional Terkini

Daftar Influencer yang Datangi DPR RI, Minta 17+8 Tuntutan Rakyat Jangka Pendek Selesai Besok

Gerakan sosial yang digagas oleh masyarakat sipil dan sejumlah influencer digital kembali menggema di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat.

Tayang:
Kompas.com
TUNTUTAN RAKYAT - Beberapa influencer perjuangkan dan serahkan 17+8 tuntutan rakyat ke Wakil Ketua Komisi VI DPR di Gedung DPR RI di Senayan. Jerome Polin, Andovi da Lopez, Ferry Irwandi, hingga Fathia Izzati menggelar aksi demonstrasi di Gerbang Pancasila DPR pada Kamis (492025). (Kompas.com) 

TRIBUNKALTIM.CO - Gerakan sosial yang digagas oleh masyarakat sipil dan sejumlah influencer digital kembali menggema di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat.

Pada Kamis, 4 September 2025, mereka secara resmi menyerahkan dokumen berisi “17+8 Tuntutan Rakyat” kepada perwakilan anggota dewan.

Tuntutan ini merupakan respons atas gelombang demonstrasi yang berlangsung sejak akhir Agustus, menyusul kemarahan publik terhadap berbagai isu sosial, politik, dan pelanggaran hak asasi manusia.

Penyerahan dokumen dilakukan di Gerbang Pancasila, pintu utama Kompleks Parlemen, dan diterima langsung oleh anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka serta Andre Rosiade dari Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI.

Influencer adalah individu yang memiliki pengaruh besar di media sosial atau platform digital, baik melalui konten edukatif, hiburan, maupun advokasi.

Baca juga: Viral Polisi Tolak Bantu Cari HP Penjual Es Kopi yang Hilang di Depan Gedung DPR, Ini Kronologinya

Dalam konteks gerakan ini, para influencer berperan sebagai juru bicara publik, menyuarakan keresahan masyarakat dan mendorong perubahan kebijakan melalui kanal digital mereka.

Mereka tidak hanya memproduksi konten, tetapi juga aktif dalam aksi nyata, seperti turun ke jalan, menyusun dokumen tuntutan, dan berdialog langsung dengan pemangku kebijakan.

Apa Itu 17+8 Tuntutan Rakyat?

“17+8 Tuntutan Rakyat” adalah dokumen berisi 17 tuntutan jangka pendek dan 8 tuntutan jangka panjang yang disusun oleh Kolektif 17+8 Indonesia Berbenah.

Gerakan ini dipicu oleh berbagai insiden, termasuk kekerasan aparat saat demonstrasi, ketidaktransparanan anggaran DPR, dan keterlibatan TNI dalam pengamanan sipil.

Tuntutan jangka pendek diberi tenggat waktu hingga 5 September 2025, sementara tuntutan jangka panjang ditargetkan selesai paling lambat 31 Agustus 2026.

Kronologi Penyerahan Tuntutan

25–30 Agustus 2025: Aksi Demonstrasi Besar-Besaran

Gelombang demonstrasi dimulai pada 25 Agustus dan memuncak pada 28–30 Agustus 2025. Insiden tragis seperti tewasnya Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang dilindas kendaraan taktis Brimob, menjadi pemicu kemarahan publik.

1–3 September 2025: Tuntutan Viral di Media Sosial

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved