Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Nasional Terkini

Dapat Gelontoran Dana Rp 200 Triliun, Dirut Bank BUMN Pusing

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa para Dirut bank BUMN pusing usai menerima gelontoran dana Rp200 T.

Tayang:
Dok. YouTube Sekretariat Presiden
MENKEU PURBAYA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menepuk kening mempraktikkan para Dirut bank pusing, dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (15/9/2025). Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa para direktur utama (Dirut) perbankan pusing usai menerima gelontoran dana pemerintah senilai Rp 200 triliun. (Dok. YouTube Sekretariat Presiden) 

Lebih lanjut Purbaya memastikan, deposito itu pun tidak akan ditarik pemerintah dalam enam bulan ke depan.

Pasalnya kata Purbaya, cadangan dana pemerintah yang disimpan di bank sentral biasanya jauh lebih besar sehingga tidak akan mengganggu kondisi keuangan negara/APBN.

"Kalau Rp 200 triliun saja (yang dialihkan ke Bank Himbara) tidak akan mengganggu kondisi saya. Dalam arti saya tidak harus terpaksa menarik dari perbankan dalam keadaan kepepet. Jadi harusnya itu jumlah yang cukup sustainable untuk di bank maupun untuk pembiayaan program pembangunan yang lain," tandas Purbaya.

Purbaya menjelaskan bahwa meskipun dana yang disalurkan sangat besar, bank-bank menghadapi tantangan untuk menyalurkan dana tersebut dalam waktu cepat. 

Hal ini disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya adalah kehati-hatian bank dalam memilih calon debitur.

Baca juga: Cerita Purbaya saat Tahu Besaran Gaji Menkeu dan Dibandingkan dengan LPS: Waduh, Turun

Dampak Positif Gelontoran Dana bagi Perekonomian

Selain menjadi tantangan, ketersediaan dana yang melimpah ini juga membawa dampak positif.

Purbaya menegaskan bahwa pasokan dana ini dapat mencegah terjadinya "perang bunga" antar bank.

"Paling nggak kalau mereka belum bisa nyalurin, karena mereka punya uang lebih, dia nggak akan perang bunga lagi. Bunga akan cenderung turun itu akan berdampak ke ekonomi," jelas Purbaya.

Dengan suku bunga kredit yang lebih rendah, diharapkan sektor riil dapat bergerak lebih cepat karena biaya pinjaman menjadi lebih murah.

Purbaya juga menegaskan bahwa dana sebesar Rp 200 triliun ini tidak akan ditarik oleh pemerintah dalam enam bulan ke depan, memberikan kepastian bagi bank untuk mengelola dana tersebut.

Keputusan ini menunjukkan bahwa pemerintah ingin memastikan dana tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk menggerakkan roda ekonomi, bukan sekadar disimpan di bank.

Baca juga: Rp200 Triliun Diguyur ke Perbankan, Purbaya: Dampaknya akan Terlihat dalam 1-2 Bulan

Bank akan Kerja Keras Salurkan Kredit

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meminta perbankan utamanya bank-bank himbara, untuk aktif menyalurkan kredit setelah menerima dana dari pemerintah sebesar Rp 200 triliun.

Purbaya mengatakan, kebijakan ini dilakukan untuk meningkatkan likuiditas perbankan agar kredit dapat tumbuh dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved