Berita Nasional Terkini
Kasus di Indonesia Mirip Malaysia? Daftar Negara yang Punya Program Seperti MBG dan Permasalahannya
Saat ini, program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia menjadi sorotan karena maraknya kasus keracunan makanan.
Infrastruktur dapur, logistik bahan, dan tenaga kerja belum merata.
Meski ribuan pekerjaan baru terbuka dan petani lokal mendapat pasar, keberlanjutan program bergantung pada komitmen anggaran jangka panjang.
Baca juga: Respons Prabowo soal Keracunan MBG, Akui Ada Kesalahan tapi Sangat Kecil, Akan Perketat Dapur SPPG
Malaysia dengan kualitas menu dan pengawasan
Dilansir dari Teach Malaysia, Negeri Jiran menonjol dengan Rancangan Makanan Tambahan (RMT) yang menyasar siswa SD dari keluarga miskin.
Program ini memberi makanan harian serta susu, dengan anggaran mencapai RM 869 juta (sekitar Rp 4,3 triliun) di 2025.
Tujuannya untuk mencegah malnutrisi dan stunting sejak dini serta mendukung prestasi belajar.
Namun, evaluasi menemukan masalah kualitas.
Banyak kantin masih menyediakan nugget, sosis, dan minuman yang mengandung banyak gula.
Guru dan operator kantin kurang mendapat pelatihan gizi, sehingga fokus lebih pada kebersihan atau harga murah ketimbang kandungan nutrisi.
Selain itu, RMT hanya mencakup siswa SD.
Sementara data menunjukkan 27 persen remaja mengalami obesitas dan 15 persen stunting, belum ada program nasional untuk SMP dan SMA.
Tanpa kebijakan lebih menyeluruh, kesenjangan gizi di kalangan remaja sulit teratasi.
Brasil memperkuat hulu pangan
Dilansir dari laman resmi The Sustainable School Feeding Network, Brasil menjalankan program makan sekolah nasional (PNAE) sejak 1955.
Program tersebut kini menjangkau 40 juta siswa di lebih dari 150 ribu sekolah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250930_Program-Makan-Bergizi-Gratis-di-Berau.jpg)