Berita Nasional Terkini
Kasus di Indonesia Mirip Malaysia? Daftar Negara yang Punya Program Seperti MBG dan Permasalahannya
Saat ini, program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia menjadi sorotan karena maraknya kasus keracunan makanan.
Anggarannya mencapai 5,5 miliar Real Brasil (sekitar Rp 18,1) triliun pada 2024, dengan kewajiban 30 persen belanja ditujukan ke pertanian keluarga.
Model ini memperkuat kualitas gizi karena menu berbasis bahan segar dan lokal, sekaligus membuka pasar stabil bagi petani kecil serta komunitas perempuan.
Selain itu, Brasil membatasi pangan ultra-proses maksimal 10 persen dalam menu sekolah.
Namun, distribusi ke daerah terpencil dan pengawasan menu tetap jadi tantangan besar.
Sejak inflasi pangan menekan biaya, sehingga pemerintah memperkuat edukasi gizi lewat program "Eating is Learning" dan pelatihan koki sekolah agar kualitas terjaga.
Prancis alami masalah pemerataan
Dilansir dari Euro News (3/9/2023), Prancis menempuh sistem campuran dalam menjalankan program makan siang gratis.
Baca juga: Wakil Ketua DPRD Kaltim Dorong Suplai MBG dari Pangan Lokal
Sekitar 50 kota di negara tersebut menyediakan makan siang gratis.
Akan tetapi, mayoritas wilayah menerapkan tarif progresif sesuai penghasilan keluarga.
Artinya, akses anak pada makanan sehat bergantung pada lokasi tinggal.
Tantangannya adalah menjadikan program ini merata di wilayah-wilayah yang membutuhkan.
Inflasi pangan membuat beberapa kota kesulitan mempertahankan subsidi, sementara pemerintah pusat lebih banyak menyerahkan tanggung jawab ke daerah.
Akibatnya, anak dari keluarga miskin tetap berisiko lapar meski tinggal di negara maju.
Di negara Eropa lain seperti Finlandia, Swedia, dan Estonia memberi makan siang gratis secara menyeluruh.
Kemudian, negara seperti Jerman atau Spanyol menargetkan kelompok miskin, sedangkan Denmark dan Belanda tidak menyediakan layanan ini sama sekali.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250930_Program-Makan-Bergizi-Gratis-di-Berau.jpg)