Senin, 13 April 2026

Berita Nasional Terkini

Kasus di Indonesia Mirip Malaysia? Daftar Negara yang Punya Program Seperti MBG dan Permasalahannya

Saat ini, program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia menjadi sorotan karena maraknya kasus keracunan makanan.

Editor: Doan Pardede
TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI
MAKAN BERGIZI GRATIS - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah pusat telah berjalan di berbagai sekolah di Indonesia, termasuk di SMA PGRI Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.(TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI) 

TRIBUNKALTIM.CO - Saat ini, program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia menjadi sorotan karena maraknya kasus keracunan makanan.

MBG sendiri merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Namun, Indonesia bukanlah satu-satunya negara dengan program makan siang gratis untuk siswa sekolahnya.

Dilansir dari Kompas TV, Kamis (25/9/2025), sejumlah negara lain seperti Malaysia, Kenya, Perancis, hingga Brasil juga mengadakan program serupa.

Baca juga: Syukur dan Kegelisahan Warnai Respons Orang Tua SDN 010 Balikpapan terhadap Program MBG

Jika Indonesia masih menghadapi tantangan berupa standarisasi mutu makanan, negara-negara tersebut juga mengemban masalah tersendiri.

Lantas, apa saja masalah yang dialami oleh negara-negara tersebut? simak ulasannya seperti dilansir Kompas.com:

Kenya dengan pembiayaan dan pemerataan

Sejak tahun 2023, Kenya meluncurkan program makan sekolah terbesar di Afrika.

Program ini bertujuan memberi makan 4 juta murid yang dimulai dari Nairobi.

Kala itu, Presiden William Ruto menegaskan bahwa program ini merupakan cara mereka menghapuskan rasa malu.

"Kita harus menghapus rasa malu karena kelaparan di negara kita… penghinaan terbesar adalah anak-anak kita pergi ke sekolah dan berpuasa karena tidak ada makanan," dikutip dari The Guardian, (22/6/2023).

Pada saat pertama kali berjalan, pemerintah Kenya mengalokasikan dana 5 miliar shilling Kenya (Rp 576 miliar) untuk memperluas cakupan program ini.

Sementara orangtua cukup membayar setara Rp 1.200 per porsi melalui gelang prabayar "Tap2Eat" dan pemerintah menambahkan Rp 4.000.

Skema ini mengurangi beban keluarga miskin sekaligus memastikan transparansi.

Tantangannya tetap besar, khususnya pemerataan di pedesaan.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved