Berita Nasional Terkini
New Media dan Influencer vs Media Lama, Mana yang Lebih Didengar Publik?
Kehadiran new media dan influencer dinilai telah mengubah cara publik mengonsumsi informasi serta membentuk opini di ruang publik.
Ia menambahkan, keunggulan new media adalah kemampuan melihat langsung respons audiens dari performa konten yang dipublikasikan, sehingga dapat terus beradaptasi dengan cepat.
COO KapanLagi Youniverse (KLY) Wenseslaus Manggut menyoroti bahwa jurnalis dan influencer kini memiliki peran yang saling beririsan.
Bahkan kemampuan dan pengalaman jurnalis seharusnya mampu menjadi influencer dalam medianya atau di new media.
“Wartawan yang berpengalaman di satu bidang sebenarnya bisa jadi influencer, tapi banyak yang kurang percaya diri untuk tampil. Padahal, ketika orang yang paham bicara langsung ke publik, pengaruhnya bisa jauh lebih kuat,” katanya.
Di balik peluang media baru yang mampu membentuk opini publik ini, tantangan besar juga muncul.
Menurut Wahyu, verifikasi informasi menjadi tantangan utama bagi new media karena arus informasi bergerak sangat cepat.
“Respons terhadap informasi begitu cepat sehingga kami terpacu memproduksi konten lagi dengan cepat.
Di situ kadang muncul masalah, seperti kurang bijak dalam memframing berita dari media mainstream,” ujarnya.
Baca juga: Komdigi Tegaskan Tata Kelola AI Harus Human-Centric, Dewan Pers Bekali Jurnalis dengan Panduan Etika
Artinya, peran jurnalis dan media dalam menyampaikan informasi masih tetap dibutuhkan.
Apalagi new media pun tetap membutuhkan media untuk mencari dan mengolah informasi yang akan disampaikannya.
Para narasumber sepakat bahwa kolaborasi antara media arus utama, new media, dan influencer perlu terus dibangun.
Bukan hanya agar informasi yang beredar lebih kredibel, tetapi juga untuk memastikan narasi publik terbentuk secara sehat dan bertanggung jawab di tengah derasnya arus digitalisasi informasi.
AMSI kembali menyelenggarakan ajang tahunan Indonesia Digital Conference (IDC) 2025 di The Hub Epicentrum, Jakarta Selatan, pada 22–23 Oktober 2025.
Tahun ini, IDC mengangkat tema “Sovereign AI: Menuju Kemandirian Digital”, yang menyoroti pentingnya kedaulatan dan kemandirian industri media dalam menghadapi gelombang transformasi digital berbasis kecerdasan buatan (AI). (*)
| IHSG Hari Ini Diprediksi Melemah ke Level 6.800, Cek Faktor Pemberat Pasar Saham |
|
|---|
| Isi SE Terbaru Mendikdasmen soal Guru Honorer, Berlaku sampai Akhir 2026, Ada Syarat Khusus |
|
|---|
| Status Guru Honorer Dihapus 2027, Tenaga Pendidik Sekolah Negeri Terbagi 3 Kategori |
|
|---|
| Pemerintah Pastikan Gaji Ke-13 ASN Cair Juni 2026, PPPK Baru Bisa Tidak Dapat? |
|
|---|
| Prabowo Sebut Anak Orang Kaya tak Dipaksa Ikut Program MBG, Janjikan Semua Sekolah Dapat Tahun Ini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/AMSI-BBC.jpg)