Kamis, 14 Mei 2026

Berita Nasional Terkini

Dukungan Partai untuk Prabowo Dua Periode Menguat, Gibran Tidak Otomatis Didukung

Meski masa pemerintahan baru berjalan kurang dari dua tahun, wacana pencalonan kembali Presiden Prabowo Subianto pada Pilpres 2029 mulai mencuat.

Tayang:
BPMI Setpres/Rusman
PRABOWO-GIBRAN - Foto saat Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menggelar rapat bersama jajaran Menteri Kabinet Merah Putih, Rabu, 6 Agustus 2025. Meski masa pemerintahan baru berjalan kurang dari dua tahun, wacana pencalonan kembali Presiden Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mulai mencuat. (BPMI Setpres/Rusman) 

Ringkasan Berita:
  • Sejumlah partai koalisi menyatakan dukungan terhadap Prabowo untuk dua periode, dinilai realistis karena faktor petahana dan soliditas koalisi.
  • Dukungan tersebut belum otomatis mencakup Gibran, dengan pertimbangan elektabilitas, citra publik, serta dinamika internal partai.
  • Penentuan pasangan capres-cawapres 2029 masih sangat terbuka dan akan dipengaruhi kinerja pemerintahan serta konfigurasi politik menjelang pemilu.

TRIBUNKALTIM.CO - Meski masa pemerintahan baru berjalan kurang dari dua tahun, wacana pencalonan kembali Presiden Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mulai mencuat.

Sejumlah partai politik anggota koalisi pemerintahan secara terbuka menyatakan dukungan untuk dua periode.

Namun, dukungan tersebut belum otomatis mencakup Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai pasangan pada 2029–2034.

Baca juga: Dinilai Sangat Otoriter, Ini Jawaban Presiden Prabowo Subianto

Peneliti Senior Bidang Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional Lili Romli menilai dukungan partai-partai terhadap Prabowo untuk kembali maju pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 merupakan langkah yang realistis. 

Ia berpandangan, partai-partai tersebut merasa tidak enak jika tidak kembali memberikan dukungan, terlebih mereka adalah bagian dari koalisi pemerintahan Prabowo.

“Sebagai bagian koalisi tentu ketika Prabowo maju kembali, tentu akan memberikan dukungan kembali karena merasa ewuh pakewuh atau tidak enak,” ucap Lili saat dihubungi Kompas.com, Jumat (13/2/2026).

Selain itu, status Prabowo sebagai petahana dengan tingkat popularitas tinggi juga dinilai meningkatkan peluang kemenangan pada kontestasi mendatang.

“Sementara jika mendukung calon lain belum tentu menang. Sebagai petahana, kecenderungan untuk menang tinggi dibandingkan bukan petahana,” kata dia.

Kemudian, partai-partai pendukung juga tidak memiliki figur calon presiden yang popularitasnya sebanding dengan Prabowo, sehingga khawatir blunder apabila memaksakan memajukan calon sendiri.

Alasan Gibran tak otomatis didukung

Sementara itu, Lili menilai ada beberapa faktor yang membuat partai-partai enggan mendukung duet Prabowo dan Gibran pada Pilpres 2029.

Salah satu alasannya karena kontroversi pencalonan Gibran sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2024 yang masih melekat menjadi pertimbangan utama partai.

"Tampaknya para parpol tersebut tidak mau lagi ada cawapres yang kontroversial karena bisa merugikan elektabilitas partainya,” ujar Lili.

Baca juga: Jokowi Sudah Bicara dengan Prabowo soal Wantimpres, Tegaskan Pilih di Solo

Alasan lainnya terkait kinerja Gibran juga kerap mendapat citra negatif di mata publik.

“Kedua, kinerja Gibran selalu mendapat citra negatif dari publik. Tentu ini menjadi catatan bagi para parpol tersebut,” kata Lili.

Lili juga menambahkan, kemungkinan lain terkait keinginan setiap partai ingin mengusung kadernya sendiri atau tokoh lain sebagai calon wakil presiden pendamping Prabowo pada 2029.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved