Berita Nasional Terkini
Dirut LPDP Tegaskan Penerima Beasiswa Gunakan Uang Pajak, 36 Alumni Belum Mengabdi
Kasus Arya Pamungkas Iwantoro jadi sorotan, dana beasiswa tengah dihitung untuk dikembalikan. LPDP juga pertimbangkan umumkan nama alumni tak patuh.
“Itu [Arya kuliah] mulai tahun 2015, 2016, kalau tidak salah. Kemudian dia melanjutkan S-3 dari 2017 sampai 2021. Itu sedang kami hitung," ucap Sudarto.
“Awas juga teman-teman alumni itu. Kami lagi mempertimbangkan juga untuk menaruh nama anak-anak yang tidak patuh itu di dalam website LPDP."
"Ini, kan, lu pakai duit pajak. Artinya, ya wajarlah itu."
Sudarto menilai viralnya kasus Tyas dan Arya menjadi momentum bagi LPDP untuk melakukan perbaikan.
Baca juga: Dwi Sasetyaningtyas Viral, Helmy Yahya: Bukan Hak Orang Pulang atau Tidak, LPDP Itu Uang Rakyat
Durasi PK dikaji kembali
Sudarto meminta maaf kepada para pelamar beasiswa LPDP karena harus ada background checking atau pengecekan latar belakang pelamar.
Dia berkata ketika pelamar menjalani tes substantif, mereka diwawancarai oleh satu psikolog dan dua dosen yang minimal telah menamatkan pendidikan S-3. Para pelamar ditanyai kemampuan akademik dan komitmen mereka untuk berkontribusi kepada negara.
Sebelum melanjutkan studi, penerima beasiswa akan menjalani program Persiapan Keberangkatan (PK). Dalam program ini mereka akan dilatih kembali dalam hal kepemimpinan, wawasan kebangsaan, dan perubahan kebudayaan.
Sudarto berkata PK mulanya berlangsung dua minggu, tetapi sekarang hanya satu minggu. Setelah viralnya kasus Tyas, Sudarto mengatakan pihaknya akan mengkaji kembali apakah durasi satu minggu itu mencukupi.
Baca juga: Rekam Jejak Arya Iwantoro, Suami Dwi Sasetyaningtyas yang disebut akan Kembalikan Dana LPDP
Stella Christie: Gagalnya pendidikan moral
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendikti Saintek) Stella Christie menilai kasus yang menimpa Tyas menunjukkan adanya kegagalan pendidikan moral.
Di media sosial, Tyas sempat mengaku mengusahakan anaknya mendapat paspor WNA.
“Cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan paspor kuat WNA," kata Tyas di media sosial.
Pernyataan Tyas itu dianggap sebagai tindakan merendahkan Indonesia dan memicu polemik luas di tengah masyarakat, terlebih lagi dia adalah penerima beasiswa LPDP.
“Menurut saya ini adalah suatu kegagalan pendidikan moral sejak dini,” ucap Stella dalam program HOTROOM di Metro TV, Rabu, (25/2/2026).
Dia menilai Tyas kurang bermoral terhadap negara. Di samping itu, Tyas kurang memiliki rasa cinta kepada negara.
“Apa sebenarnya pengertian kita, identitas kita sebagai warga negara Indonesia, rasa patriotisme, rasa nasionalisme, rasa kecintaan terhadap negara, ini tentu saja mencerminkan kekurangan,” ujar Stella. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Peringatan Keras untuk Penerima Beasiswa yang Ngeyel, Dirut LPDP: Lu Pakai Duit Pajak.
| Libur Mei 2026 Lebih Banyak, Ini Daftar Tanggal Merah dan Long Weekend |
|
|---|
| Airlangga Ungkap Gaji 13 Jadi Kunci Ekonomi, Cair Mulai Juni 2026 |
|
|---|
| Politikus PAN: Belum Ada Penantang Prabowo di Pilpres 2029, Banyak Tokoh Incar Cawapres |
|
|---|
| Komnas HAM Sebut 14 Orang Terlibat Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Berbeda dari Versi TNI |
|
|---|
| Rupiah Melemah ke Rp17.223 per Dollar AS, Ekonom Ungkap Risiko Besar Jika Tembus Rp20.000 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260223_Arya-Iwantoro_Dwi-Sasetyaningtyas_Menkeu-sebut-bakal-kembalikan-dana-LPDP.jpg)