Berita Nasional Terkini
Menko Airlangga Hartarto Jelaskan soal Harga BBM Imbas Perang Iran dan AS-Israel
Menko Airlangga Hartarto jelaskan soal harga BBM imbas perang Iran dan AS-Israel, Kamis (5/3/2026).
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, perang atau konflik yang melibatkan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran tidak akan mempengaruhi harga bahan bakar minyak (BBM) komoditas bensin jenis Pertalite.
Hal itu ditegaskan oleh Bahlil, lantaran Pertalite merupakan bensin yang dijual kepada masyarakat atas dasar subsidi dari pemerintah.
Baca juga: Alasan Bahlil saat Disinggung Cadangan BBM Indonesia hanya untuk 25 Hari, Padahal Jepang 254 Hari
"BBM dalam negeri itu kan dibagi menjadi dua. Ada harga yang disubsidi, ada harga yang diserahkan kepada pasar. Kalau harga yang disubsidi, yang bensin, Pertalite, itu mau naik berapapun tetap harganya sama," kata Bahlil saat jumpa pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Diketahui, saat ini harga bensin untuk RON 90 jenis Pertalite milik PT Pertamina dijual untuk keperluan masyarakat senilai Rp10.000 perliter karena adanya subsidi dari pemerintah.
Kenaikan harga terhadap Pertalite bisa saja terjadi, asalkan kata Bahlil ada ketetapan langsung dari pemerintah.
Sementara itu, sejauh ini Ketua Umum DPP Partai Golkar tersebut menegaskan, pemerintah belum membahas apapun perihal harga dari pertalite meski adanya konflik di Timur Tengah.
"Termasuk dengan subsidi solar. Sampai dengan kami rapat tadi, belum ada (isu kenaikan harga). Jadi aman-aman saja," ucap Bahlil.
Dengan adanya kepastian ini, mantan Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM tersebut meminta publik tidak perlu khawatir.
Kata dia, publik khususnya yang saat ini tengah menjalani ibadah puasa Ramadan dan tengah menyambut Hari Raya IdulFitri untuk sejatinya fokus saja untuk beribadah.
Baca juga: Selat Hormuz Ditutup, Bahlil Sebut Cadangan BBM Nasional Cukup untuk 20 Hari
"Hari raya yang baik, puasa yang baik, insyaallah belum ada kenaikan harga BBM," tutur dia.
Sementara itu, terhadap BBM dengan jenis RON yang lebih tinggi dalam hal ini yang tidak disubsidi oleh pemerintah, harganya kata dia, menyesuaikan pasar.
Hal serupa juga terjadi untuk BBM merek swasta yang ada di dalam negeri seperti halnya, Shell, Vivo dan BP AKR.
"Tetapi kalau untuk (bensin) non-subsidi, artinya harga pasar, dia akan fluktuatif berdasarkan dinamika harga pasar yang ada, yang sudah terjadi sebelumnya," kata dia.
"Kan itu kan sudah terjadi bukan baru sekarang kan? Dan itu sudah terjadi sebelum-sebelumnya berdasarkan permen tahun 2022. Bahwa harga itu bisa kalau yang non-subsidi itu bisa terjadi dinamika," tandas Bahlil. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Soal Harga BBM, Menko Airlangga: RI Punya Dua Pilihan, Pertahankan Subsidi atau Naikkan Harga
| Gaji ke-13 2026 untuk PNS dan Pensiunan, Ini Perkiraan Nominal Lengkap per Golongan |
|
|---|
| Bahlil Diminta Kerja Cepat, Prabowo Target Cabut Izin Tambang Ilegal dalam 1 Minggu |
|
|---|
| Wapres Gibran soal Jusuf Kalla Usul Harga BBM Naik, Sebut Tak Sejalan dengan Arahan Prabowo |
|
|---|
| Wapres Gibran Usul Hakim Ad Hoc Sidangkan Kasus Andrie Yunus, Ini Alasannya |
|
|---|
| Prabowo: Avtur Bisa Diproduksi dari Minyak Jelantah sebagai Energi Terbarukan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Menteri-Koordinator-Bidang-Perekonomian-Airlangga-Hartanto.jpg)