Hari Kartini 2026
Kapan Hari Kartini 2026? Cek Tanggal Berapa Diperingati dan Sejarahnya
Kapan Hari Kartini 2026? Diperingati 21 April. Simak sejarah RA Kartini dan makna perjuangannya bagi perempuan Indonesia.
Ringkasan Berita:
- Hari Kartini 2026 diperingati pada Selasa, 21 April 2026.
- Peringatan ini mengenang perjuangan RA Kartini dalam memperjuangkan pendidikan dan kesetaraan perempuan.
- Hingga kini, semangat Kartini masih relevan dan diperingati melalui berbagai kegiatan di Indonesia.
TRIBUNKALTIM.CO - Hari Kartini 2026 diperingati pada Selasa, 21 April 2026.
Setiap tahun, tanggal tersebut menjadi momen penting bagi masyarakat Indonesia untuk mengenang perjuangan Raden Ajeng (RA) Kartini dalam memperjuangkan emansipasi perempuan.
Peringatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi refleksi atas pentingnya kesetaraan hak, khususnya dalam bidang pendidikan bagi perempuan.
Sejarah Singkat RA Kartini
Baca juga: Memaknai Hari Kartini, Sekda Kaltim: Bukan Sekadar Simbolik Kebaya, tapi Berdaya
Dikutip TribunKaltim.co dari Kompas.com, RA Kartini lahir pada 21 April 1879 di Jepara.
Ia merupakan putri dari Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, seorang bangsawan yang kemudian menjabat sebagai Bupati Jepara.
Sejak kecil, Kartini mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan di Europese Lagere School (ELS), sekolah yang umumnya diperuntukkan bagi kalangan Belanda dan bangsawan.
Namun, ia tidak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi karena aturan adat saat itu yang membatasi perempuan, termasuk tradisi pingitan.
Meski demikian, Kartini tetap belajar secara mandiri dengan membaca buku, koran, dan majalah berbahasa Belanda.
Dari aktivitas tersebut, ia mulai menulis gagasan tentang pendidikan, kesetaraan, dan kondisi sosial perempuan.
Perjuangan dan Pemikiran Kartini
Selama masa pingitan, Kartini aktif berkorespondensi dengan sejumlah sahabat di Belanda, seperti Stella Zeehandelaar.
Dalam surat-suratnya, ia banyak mengkritik tradisi yang membatasi perempuan dan menyuarakan pentingnya pendidikan bagi kaum wanita.
Gagasan Kartini kemudian dihimpun dalam buku berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang, yang diterbitkan pada 1911 oleh J.H. Abendanon.
Pemikiran Kartini menjadi inspirasi lahirnya berbagai organisasi perempuan di Indonesia pada awal abad ke-20.
Pernikahan dan Akhir Hayat
Kartini menikah dengan Bupati Rembang, Adipati Ario Singgih Djojoadiningrat, pada 12 November 1903.
Dalam pernikahannya, Kartini tetap berkomitmen untuk memajukan pendidikan perempuan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20252104_Hari_Kartini_Day.jpg)