Rabu, 22 April 2026

Program Makan Bergizi Gratis

4 Dapur MBG di PPU Masih Tutup Sementara, Ini Penyebabnya

Empat dapur MBG di PPU tutup sementara akibat masalah IPAL, distribusi makanan ke sekolah ikut terdampak

Penulis: Nita Rahayu | Editor: Amelia Mutia Rachmah
TRIBUNKALTIM.CO/Nita Rahayu
DAPUR MBG TUTUP - Empat SPPG di Kabupaten Penajam Paser Utara tutup sementara akibat persoalan IPAL, salah satunya SPPG milik Polres PPU, Senin (20/4/2026). (TRIBUNKALTIM.CO/NITA RAHAYU) 

Ringkasan Berita:
  • Empat dapur MBG di PPU berhenti sementara karena masalah IPAL.
  • Distribusi makanan ke sejumlah sekolah ikut terdampak.
  • Saat ini hanya tujuh dapur aktif, cakupan layanan belum optimal.

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Sebanyak empat dapur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) untuk sementara tidak beroperasi. 

Kondisi ini berdampak langsung pada distribusi makanan ke sejumlah sekolah yang menjadi penerima manfaat program MBG di PPU.

Penutupan tersebut dipicu persoalan teknis, khususnya terkait instalasi pengolahan air limbah (IPAL), yang belum memenuhi standar operasional.

Sekretaris Dinas Pendidikan PPU, Durajat, menjelaskan bahwa dari total dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang direncanakan beroperasi, saat ini hanya tujuh titik yang masih aktif.

“Sementara dihentikan karena persoalan teknis, terutama masalah IPAL. Untuk kelanjutannya kami masih menunggu progres dari pihak SPPG dan PGN,” ungkapnya, Senin (20/4/2026).

Baca juga: Banjir Pasang Kembali Rendam Babulu Laut PPU, Aktivitas Warga Terganggu

Distribusi Tidak Bisa Dialihkan

Durajat menegaskan bahwa Dinas Pendidikan hanya berperan dalam memastikan siswa menjadi sasaran program MBG.

Sementara itu, operasional dapur sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pengelola SPPG.

Meskipun terdapat satu dapur baru yang mulai beroperasi, penutupan empat dapur membuat cakupan layanan MBG di PPU masih jauh dari target yang diharapkan.

Saat ini, dapur aktif tersebar di beberapa wilayah, namun di Kecamatan Penajam masih terdapat dapur yang belum dapat kembali melayani.

Akibatnya, sejumlah sekolah yang sebelumnya menjadi penerima manfaat dari dapur yang ditutup belum mendapatkan layanan pengganti.

Baca juga: Polres PPU Maksimalkan Layanan Call Center 110 untuk Respon Cepat Laporan Warga

“Setiap SPPG sudah memiliki titik-titik sekolah penerima masing-masing, jadi sementara ini tidak digantikan oleh SPPG lain,” jelasnya.

Menu Tetap, Kendala pada Teknis

Meski mengalami kendala operasional, Durajat memastikan bahwa standar menu makanan tidak mengalami perubahan.

Setiap dapur telah memiliki jadwal menu wajib yang telah ditetapkan, sehingga kualitas gizi tetap terjaga apabila operasional berjalan normal.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved