Senin, 4 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Ancaman Iran Tutup Selat Hormuz Jika Blokade AS Berlanjut

Sebelumnya, Iran telah mengumumkan pembukaan kembali jalur tersebut untuk aktivitas pelayaran internasional.

Tayang:
HO//IST/Tangkap Layar/Khaberni
SELAT HORMUZ - Lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, secara tegas memperingatkan bahwa negaranya tidak akan segan menutup kembali Selat Hormuz jika blokade laut yang dilakukan oleh Amerika Serikat masih terus berlangsung.  

Indeks tersebut turun 0,6 persen dalam seminggu, dan diperkirakan akan mengalami penurunan mingguan kedua berturut-turut. Selama dua minggu terakhir, indeks tersebut telah turun sekitar 2,1 persen, penurunan dua minggu terbesar sejak akhir Januari.

"Kelemahan dolar terutama disebabkan oleh pasar yang mengurangi premi risiko geopolitik," kata George Vessey, kepala strategi FX dan makro di Convera di London.

"Saya rasa kita tidak memperhitungkan pelemahan fundamental dolar AS karena ada tanda tanya seputar Federal Reserve, apa langkah Fed selanjutnya setelah inflasi lebih tinggi dari perkiraan.

Jadi ekonomi masih agak tangguh sehingga ini bukan awal dari penurunan struktural dolar secara penuh," imbuhnya lagi.

Terhadap yen Jepang, dolar AS merosot 0,6 persen menjadi 158,22 setelah sebelumnya naik ke 159,86.

Dolar AS berada di jalur untuk mencatat penurunan mingguan terbesar dalam sembilan minggu.

Gubernur Bank Sentral Jepang, Kazuo Ueda, menghindari sinyal kenaikan suku bunga bulan ini, dan lebih menekankan pada suku bunga riil yang rendah dan laba perusahaan yang kuat, memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral akan mempertahankan kebijakan tetap stabil setidaknya hingga Juni.

Di sisi lain, euro naik 0,1 persen menjadi US$ 1,1789, setelah sebelumnya menyentuh $1,1848, puncak delapan minggu.

Mata uang tunggal ini naik 0,6 persen dalam seminggu dan berada di jalur untuk kenaikan mingguan ketiga berturut-turut.

Pasar uang pada hari Jumat mengurangi taruhan pada kenaikan suku bunga Bank Sentral Eropa di masa mendatang, sepenuhnya memperkirakan langkah pertama pada bulan Juli, dari Juni sebelumnya dalam sesi tersebut.

Mereka sekarang memberikan peluang kurang dari 5 persen untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan bulan ini, turun dari 15 persen.

Di Amerika Serikat, kontrak berjangka suku bunga pada hari Jumat memperkirakan peluang lebih dari 50 persen bahwa Fed akan menurunkan suku bunga pada bulan Desember, naik dari 29,5 persen pada sesi sebelumnya.

Dalam mata uang lain, poundsterling menguat 0,1 persen menjadi US$ 1,3546, berada di jalur untuk kenaikan minggu kedua berturut-turut.

Dolar Australia yang sensitif terhadap risiko naik 0,2 persen menjadi US$0,7178, tetap berada di dekat level tertinggi empat tahun, sementara mata uang Selandia Baru tetap stabil di US$0,5889.

Artikel ini telah tayang di kontan.co.id

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Blokade AS Masih Bertahan, Ketua DPR Iran Ancam Tutup Lagi Selat Hormuz

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved