Rabu, 6 Mei 2026

Berita Nasional Terkini

Daftar 10 Mata Uang Terlemah di Dunia 2026 Versi Forbes dan Dampaknya, Rupiah Peringkat ke-5

Daftar 10 mata uang terlemah di dunia 2026 versi Forbes Advisor, rupiah Indonesia peringkat 5, cek penyebab dan analisis nilai tukar terbaru

Tayang:
Editor: Doan Pardede
Tribunnews/Jeprima
MATA UANG TERLEMAH - Ilustrasi. Petugas saat memperlihatkan sejumlah uang dollar di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat, Kamis (6/9/2018). Daftar 10 mata uang terlemah di dunia 2026 versi Forbes Advisor, rupiah Indonesia peringkat 5, cek penyebab dan analisis nilai tukar terbaru. 

Selain itu, faktor global seperti inflasi dan suku bunga tinggi di negara maju juga turut memengaruhi pergerakan nilai tukar.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyebut bahwa secara fundamental rupiah sebenarnya masih cukup stabil.

“Faktor-faktor fundamental seperti inflasi dan pertumbuhan ekonomi menunjukkan rupiah seharusnya lebih stabil.” katanya, seperti dilansir Kompas.com.

Antara Nilai Tukar dan Kekuatan Ekonomi

Meski termasuk dalam daftar mata uang terlemah, Indonesia tetap merupakan ekonomi terbesar di Asia Tenggara dengan Produk Domestik Bruto (PDB) lebih dari 1,5 triliun dolar AS pada 2026.

Pertumbuhan ekonomi yang stabil di kisaran 5 persen juga menunjukkan ketahanan ekonomi domestik.

Namun, struktur ekonomi yang masih bergantung pada komoditas dan impor membuat nilai tukar rupiah rentan terhadap fluktuasi global.

Siap, bro. Ini versi yang sudah diperkuat dengan kutipan langsung dari otoritas resmi biar lebih kredibel dan layak tayang:

Dampak Melemahnya Nilai Mata Uang, Ini Penjelasan BI dan IMF

Melemahnya nilai mata uang suatu negara terhadap dolar AS membawa dampak luas terhadap perekonomian.

Hal ini tidak hanya memengaruhi perdagangan internasional, tetapi juga langsung dirasakan oleh masyarakat.

Bank Indonesia menegaskan bahwa stabilitas nilai tukar sangat penting untuk menjaga perekonomian nasional.

“Stabilitas nilai tukar rupiah sangat penting dalam mendukung pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas sistem keuangan,” tulis Bank Indonesia dalam publikasi resminya.

1. Harga Impor Naik, Inflasi Meningkat

Ketika mata uang melemah, harga barang impor menjadi lebih mahal.

Kondisi ini berpotensi mendorong kenaikan harga barang di dalam negeri.

International Monetary Fund juga menyoroti dampak tersebut terhadap inflasi global.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved