Berita Nasional Terkini
Daftar 10 Mata Uang Terlemah di Dunia 2026 Versi Forbes dan Dampaknya, Rupiah Peringkat ke-5
Daftar 10 mata uang terlemah di dunia 2026 versi Forbes Advisor, rupiah Indonesia peringkat 5, cek penyebab dan analisis nilai tukar terbaru
“Depreciation can increase import prices and pass through to domestic inflation,” tulis IMF dalam laporan ekonomi globalnya.
Artinya, pelemahan mata uang dapat meningkatkan harga impor dan berdampak pada inflasi domestik.
2. Beban Utang Luar Negeri Bertambah
Jika pemerintah atau perusahaan memiliki utang dalam mata uang asing, pelemahan nilai tukar akan meningkatkan beban pembayaran.
IMF menjelaskan bahwa negara dengan ketergantungan tinggi pada utang luar negeri akan lebih rentan terhadap fluktuasi nilai tukar.
Baca juga: Rupiah Dinilai Rentan, Nilai Tukar Terancam Capai Rp 20.000 Per Dollar AS
3. Tekanan pada Investasi dan Pasar Keuangan
Pelemahan mata uang sering kali memicu keluarnya modal asing dari suatu negara.
Menurut Fitch Solutions, sentimen investor terhadap risiko fiskal dan kebijakan ekonomi dapat mempercepat tekanan pada nilai tukar.
4. Ekspor Lebih Kompetitif
Di sisi lain, pelemahan mata uang dapat memberikan keuntungan bagi sektor ekspor karena harga produk menjadi lebih murah di pasar global.
Namun, manfaat ini bergantung pada struktur ekonomi dan kapasitas produksi dalam negeri.
5. Dampak Langsung ke Masyarakat
Bagi masyarakat, dampak pelemahan mata uang antara lain:
- Harga barang naik
- Biaya perjalanan luar negeri meningkat
- Biaya pendidikan luar negeri lebih mahal
Ikuti berita populer lainnya di saluran berikut: Channel WA, Facebook, X (Twitter), YouTube, Threads, Telegram
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ilustrasi-rupiah-terhadpa-dolar-as-222.jpg)