Kamis, 16 April 2026

Opini

Menjaga Denyut Ekonomi Perbatasan: Refleksi Peredaraan Rupiah di Kalimantan Utara

Akhir tahun selalu menjadi periode yang unik bagi lanskap ekonomi Indonesia, tidak terkecuali di Kalimantan Utara ( Kaltara ).

Editor: Sumarsono
TRIBUNKALTIM.CO/IST/DOK PRIBADI
PENULIS: Dr. Ana Sriekaningsih,SE,STh,MM, Direktur Politeknik Bisnis Kaltara/ Anggota Forum Komunikasi Akademisi Penulis Populer Kebijakan BI 

Oleh:  Dr. Ana Sriekaningsih.,S.E.,S.Th.,M.M *)

TRIBUNKALTIM.CO - Akhir tahun selalu menjadi periode yang unik bagi lanskap ekonomi Indonesia, tidak terkecuali di Kalimantan Utara ( Kaltara ).

Di balik angka-angka statistik perbankan, terdapat dinamika arus uang yang mencerminkan perilaku konsumsi dan optimisme masyarakat. 

Mengutip Laporan Perekonomian KPw Bank Indonesia Kalimantan Utara, pada 11 Maret 2026, data terbaru pada triwulan IV 2025 menunjukkan fenomena net outflow yang signifikan di wilayah ini, sebuah indikator bahwa roda ekonomi riil sedang berputar kencang.

Aliran uang kartal mencatatkan Net Outflow atau meningkatnya kebutuhan uang tunai, berbanding lurus dengan peningkatan daya beli. 

Terjadinya net outflow (uang yang keluar dari Bank Indonesia ke masyarakat lebih banyak daripada yang masuk) adalah hal yang wajar di akhir tahun. Ini dipicu oleh faktor musiman seperti libur Natal, Tahun Baru, dan pencairan anggaran proyek di penghujung tahun. 

Meningkatnya kebutuhan uang tunai (net outflow) menjadi bensin bagi sektor retail, transportasi, dan pariwisata lokal di Kaltara selama masa libur panjang.

Terjadinya net outflow, di mana jumlah uang tunai yang keluar dari Bank Indonesia lebih besar daripada yang masuk, bukanlah sebuah anomali, melainkan sinyal positif. 

Baca juga: Bank Indonesia Balikpapan Sediakan Rp2 Triliun Uang Tunai Jelang Lebaran 2026

Di Kaltara, peningkatan kebutuhan uang kartal ini sejalan dengan persiapan masyarakat menyambut hari besar keagamaan, libur akhir tahun, serta realisasi belanja pemerintah di penghujung tahun anggaran. 

Kenaikan permintaan uang tunai ini membuktikan bahwa daya beli masyarakat tetap solid. 

Meskipun tren digitalisasi terus berkembang, uang kartal tetap menjadi instrumen vital dalam transaksi harian, terutama di pasar-pasar tradisional dan wilayah pelosok yang menjadi jantung ekonomi kerakyatan Kaltara.

Namun, tugas menjaga stabilitas ekonomi tidak berhenti pada ketersediaan jumlah uang saja. Kualitas uang yang beredar memegang peranan yang sama pentingnya. 

Melalui implementasi Clean Money Policy (CMP), distribusi Uang Layak Edar (ULE) terus diakselerasi di seluruh penjuru Kaltara.

Mengapa uang layak edar itu penting? Di wilayah perbatasan seperti Kaltara, Rupiah bukan sekadar alat tukar, melainkan simbol kedaulatan negara. 

Memastikan masyarakat memegang uang dalam kondisi baik adalah bentuk penghormatan terhadap identitas bangsa. 

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved