Iran Vs Amerika Memanas
Serangan Balasan Iran Hancurkan 16 Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Kerugian Capai Rp693 T
Serangan balasan Iran terhadap Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah dilaporkan menimbulkan kerusakan besar
TRIBUNKALTIM.CO - Serangan balasan Iran terhadap Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah dilaporkan menimbulkan kerusakan besar pada jaringan pertahanan militer Washington, dengan sedikitnya 16 pangkalan AS di delapan negara mengalami kerusakan serius.
Investigasi CNN yang didasarkan pada citra satelit, wawancara dengan sumber militer, serta pejabat kawasan Teluk Arab mengungkap bahwa sejumlah fasilitas militer Amerika bahkan praktis tidak lagi dapat digunakan.
Tiga sumber yang mengetahui penilaian internal menyebut total kerugian perang tersebut diperkirakan mencapai 40 hingga 50 miliar dollar AS atau sekitar Rp693 triliun, jauh lebih tinggi dibandingkan estimasi resmi Pentagon sebesar 25 miliar dollar AS.
Baca juga: Donald Trump Hadapi Kondisi Pahit Imbas Perang dengan Iran
“Tidak ada yang tahu apa pun. Itu bukan karena kurangnya pertanyaan,” ujar seorang ajudan kongres AS, menggambarkan minimnya transparansi terkait skala kerusakan sebenarnya, dilansir dari Kompas.com.
Laporan tersebut menyebut Iran secara strategis menargetkan aset pertahanan bernilai tinggi milik AS, termasuk sistem radar canggih, fasilitas komunikasi satelit, landasan pacu, pusat komando, hanggar, hingga pesawat militer.
“Patut dicatat bahwa mereka benar-benar mengidentifikasi fasilitas-fasilitas tersebut sebagai target yang paling hemat biaya untuk diserang,” kata sumber kongres tersebut.
“Sistem radar kami adalah yang paling mahal dan sumber daya kami yang paling terbatas di wilayah ini,” lanjutnya.
Baca juga: Trump Sebut AS Seperti Bajak Laut di Tengah Memanasnya Konflik Iran di Selat Hormuz
Kerusakan berat tercatat di sejumlah pangkalan utama AS, termasuk Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, markas Armada Kelima AS di Bahrain, Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi, hingga fasilitas militer di Uni Emirat Arab, Kuwait, Irak, dan Yordania.
Beberapa kerugian strategis terbesar meliputi hancurnya sistem pertahanan rudal THAAD, pesawat pengintai E-3 Sentry AWACS, drone MQ-9 Reaper, pesawat tanker MC-130, serta berbagai infrastruktur pendukung operasi regional AS.
Seorang sumber lain mengaku skala kehancuran ini belum pernah terjadi sebelumnya.
“Ada beragam penilaian, mulai dari yang cukup dramatis, yaitu seluruh fasilitas hancur dan perlu ditutup, hingga para pemimpin yang mengatakan bahwa hal-hal ini layak diperbaiki karena manfaat strategis yang diberikannya kepada AS,” ujarnya.
Baca juga: Trump Izinkan Iran Tampil di Piala Dunia 2026, Teheran Minta Jaminan FIFA usai Insiden di Kanada
Serangan ini juga menimbulkan kekhawatiran baru di antara negara-negara Teluk Arab yang selama ini menjadi tuan rumah pangkalan militer AS.
Sejumlah pemerintah regional dilaporkan mulai mempertanyakan keputusan Presiden Donald Trump memulai konflik besar tanpa konsultasi penuh dengan sekutu kawasan.
“Perang ini menunjukkan bahwa aliansi dengan AS bukanlah sesuatu yang unik atau tak terkalahkan,” kata seorang sumber diplomatik.
AS Diprediksi Bakal Lakukan Serangan Lagi
Baca juga: Donald Trump Beri 2 Pilihan ke Iran, Kesepakatan atau Penghacuran untuk Akhiri Perang Selamanya
Perwira militer senior Iran pada Sabtu (2/5/2026) mengatakan, serangan Amerika Serikat (AS) kemungkinan besar akan terjadi lagi.
| Skenario Terburuk, Harga Minyak Dunia Masih Berpotensi Naik |
|
|---|
| Iran Tetapkan Batas Waktu 1 Bulan untuk Amerika Serikat, Akhiri Blokade Selat Hormuz dan Perang |
|
|---|
| Ekonom INDEF Ingatkan Dampak Perang As-Israel vs Iran Kian Nyata, Rupiah Anjlok, Subsidi Bengkak |
|
|---|
| Harga Bensin di AS Naik Tertinggi, Warga Marah pada Donald Trump |
|
|---|
| Imbas Perang AS-Israel vs Iran, Maskapai Low Budget AS Bangkrut, Korban Pertama Industri Penerbangan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260316_rudal-iran.jpg)