Berita Nasional Terkini
Harga BBM Nonsubsidi Naik Lagi, DPR Minta Pemerintah Berhati-hati
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang mulai berlaku pada 4 Mei 2026 mendapat sorotan dari kalangan legislatif.
Selain itu, Erik menilai percepatan transisi energi menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.
Ia mendorong penguatan koordinasi lintas kementerian, khususnya dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), agar kebijakan energi nasional lebih berkelanjutan.
"Evaluasi kebijakan energi harus dilakukan secara berkelanjutan dan berbasis data agar mampu menjaga ketahanan ekonomi nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.
Baca juga: Bahlil Pastikan Stok BBM Aman, Sebut Minyak dari Rusia Segera Masuk Indonesia
Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Belum Memberikan Dampak
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono menuturkan bahwa kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi pada pertengahan April 2026 belum memberikan dampak yang signifikan terhadap inflasi.
Inflasi pada April 2026 tercatat sebesar 0,13 persen secara bulanan (month-to-month/mtm), 2,42 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), dan 1,06 persen dalam tahun kalender (year-to-date/ytd).
“Karena (bensin) ini bobotnya kecil, jadi pengaruh di inflasinya itu relatif tidak begitu besar,” ujar Ateng Hartono di Jakarta, Senin (4/5/2026), dilansir dari Kompas.com.
Ia mengungkapkan komoditas bensin, yang merupakan bagian dari Kelompok Pengeluaran Transportasi, hanya mengalami inflasi sebesar 0,34 persen mtm pada April 2026.
Baca juga: Naik Drastis, Daftar Harga BBM Diesel 3 Mei 2026 di SPBU Pertamina, BP dan Vivo
Tingkat inflasi tersebut lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 0,98 persen mtm.
Dengan begitu, komoditas bensin pun memberikan andil inflasi sebesar 0,13 persen terhadap inflasi Kelompok Pengeluaran Transportasi serta andil inflasi 0,02 persen terhadap inflasi umum bulanan April 2026.
Ateng menjelaskan rendahnya andil inflasi komoditas bensin tersebut disebabkan karena kenaikan harga hanya terjadi pada kelompok BBM nonsubsidi.
“Untuk bobot BBM nonsubsidi ini relatif rendah. Kenapa rendah? Karena (BBM) nonsubsidi kan dikonsumsinya di kalangan terbatas, sehingga ya tentunya kalau bobotnya itu rendah, pengaruhnya itu secara keseluruhan ini relatif tidak signifikan,” ucap Ateng.
Ia menuturkan hal yang sama juga terjadi pada komoditas avtur yang mengalami kenaikan harga pada periode April 2026 dibandingkan dengan periode Maret 2026.
Baca juga: Harga BBM Nonsubsidi Naik 4 Mei 2026, Segini Biaya Isi Penuh Fortuner, Pajero, dan Innova Diesel
“(Harga) avtur mengalami peningkatan, (dan berdampak) terhadap inflasi (tiket) pesawat udara, tetapi karena bobotnya itu tidak besar, maka tidak terlalu signifikan untuk dampaknya terhadap inflasi secara umumnya,” kata Ateng.
Terkait tarif angkutan udara yang mengalami inflasi hingga 15,24 persen mtm pada April lalu, ia menyatakan hal tersebut terjadi karena sebelumnya harga tiket pesawat mengalami deflasi akibat stimulus dari pemerintah.
“Secara umum, kelompok jasa angkutan penumpang mengalami inflasi karena tarif yang kembali normal setelah sebelumnya mengalami deflasi oleh kebijakan pemerintah, yaitu paket stimulus ekonomi pada triwulan I 2026,” tutur dia.
| Dilaporkan ke Bareskrim, Ade Armando Pilih Mundur dari PSI demi Kebaikan Partai |
|
|---|
| Gaji ke 13 2026 Kapan Cair? Cek Jadwal Pencairan dan Besarannya |
|
|---|
| Nadiem Makarim Dilarikan ke IGD Usai Sidang Kasus Chromebook, Hakim Tunda Persidangan |
|
|---|
| Jumlah Pengangguran Indonesia 7,24 Juta Orang, BPS Catat Tren Penurunan |
|
|---|
| Zulhas Tegaskan Rekrutmen Kopdes Merah Putih Gratis, Tak Ada Biaya Kelulusan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260406_Antrean-BBM-di-SPBU-Kutai-Timur.jpg)