Minggu, 10 Mei 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Terlibat Strategi Perang Iran meski Tak Muncul di Publik

Badan intelijen AS meyakini Mojtaba Khamenei memiliki peran penting dalam menentukan strategi perang Iran serta negosiasi dengan Trump.

Tayang:
Editor: Heriani AM
Instagram iribnews.ir1
IRAN VS AS - Foto Mojtaba Khamenei yang diunggah akun Instagram resmi iribnews, stasiun berita milik Pemerintah Iran. Badan intelijen AS meyakini Mojtaba Khamenei memiliki peran penting dalam menentukan strategi perang Iran serta negosiasi dengan Donald Trump. 

Ringkasan Berita:
  • Intelijen Amerika Serikat yakini Mojtaba Khamenei ikut atur strategi perang Iran meski jarang muncul di publik
  • Ketegangan di Selat Hormuz kembali memanas usai bentrokan kapal perang AS dan Iran
  • Donald Trump klaim gencatan senjata masih berlaku, tapi negosiasi dengan Iran disebut penuh ketidakpastian

 

TRIBUNKALTIM.CO - Badan intelijen Amerika Serikat meyakini Mojtaba Khamenei memiliki peran penting dalam menentukan strategi perang Iran serta negosiasi dengan pemerintahan Donald Trump, meski ia tidak muncul di hadapan publik setelah mengalami cedera dalam konflik terbaru.

Laporan yang dikutip dari Anadolu Agency menyebutkan, sumber-sumber intelijen AS menilai Mojtaba Khamenei tetap aktif berkomunikasi melalui kurir terpercaya dan kontak langsung selama masa pemulihan akibat luka bakar serta serpihan ledakan.

Namun demikian, pejabat Iran membantah spekulasi soal kondisi kesehatannya. Kepala protokol kantor pemimpin tertinggi Iran, Mazaher Hosseini, mengatakan kondisi Mojtaba terus membaik.

Sumber-sumber yang mengetahui penilaian intelijen AS, mengatakan bahwa masih ada ketidakpastian mengenai seberapa besar otoritas yang saat ini dijalankan Khamenei dalam struktur kepemimpinan Iran setelah serangan dalam perang tersebut menewaskan beberapa pejabat senior, termasuk ayahnya yakni Ali Khamenei.

Baca juga: Selat Hormuz Kian Memanas, Jet Tempur AS Tembaki Kapal Tanker, Iran Ungkit Soal Bom Atom

Para pejabat AS dilaporkan meyakini bahwa Mojtaba Khamenei terus berkomunikasi melalui kurir tepercaya dan kontak langsung saat pulih dari cedera yang meliputi luka bakar dan luka akibat pecahan peluru.

Sementara itu, para pejabat Iran bersikeras bahwa Mojtaba Khamenei pulih dengan baik.

Mazaher Hosseini, kepala protokol di kantor pemimpin tertinggi, mengatakan pada Jumat (8/5/2026) bahwa kondisi Khamenei telah membaik dan menepis spekulasi seputar kesehatannya.

Laporan juga menyebutkan bahwa penilaian intelijen AS menemukan kemampuan militer Iran telah melemah tetapi tidak sepenuhnya hilang akibat serangan Amerika, dengan banyak peluncur rudal yang masih beroperasi.

Ditambahkan pula bahwa anggota senior Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf diyakini menangani sebagian besar operasi harian pemerintah, sementara upaya diplomatik dengan pemerintahan Trump terus berlanjut.

Baca juga: Rusia dan China Siap Tolak Resolusi PBB Usulan AS dan Bahrain, Dinilai Terlalu Sudutkan Iran

Trump Tegaskan Gencatan Senjata Masih Berlaku

Pasukan AS dan Iran bentrok di Teluk, dan Uni Emirat Arab (UEA) kembali diserang, membahayakan gencatan senjata yang telah berlangsung selama sebulan dan mengguncang harapan akan solusi diplomatik untuk krisis tersebut.

Peningkatan intensitas pertempuran terjadi ketika Washington menunggu tanggapan dari Teheran atas proposalnya untuk mengakhiri konflik, yang dimulai dengan serangan udara gabungan AS-Israel di seluruh Iran pada 28 Februari 2026.

Presiden AS Donald Trump mengatakan tiga kapal perusak Angkatan Laut AS diserang saat mereka melintasi selat tersebut, jalur bagi sekitar seperlima aliran minyak dan gas alam cair dunia yang hampir sepenuhnya ditutup oleh Iran sejak konflik dimulai.

“Tiga kapal perusak Amerika kelas dunia baru saja berhasil melewati Selat Hormuz, di bawah tembakan musuh."

"Tidak ada kerusakan pada ketiga kapal perusak tersebut, tetapi kerusakan besar dialami oleh penyerang Iran,” ungkap Trump di Truth Social, Kamis (7/5/2026).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved