Iran Vs Amerika Memanas
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Terlibat Strategi Perang Iran meski Tak Muncul di Publik
Badan intelijen AS meyakini Mojtaba Khamenei memiliki peran penting dalam menentukan strategi perang Iran serta negosiasi dengan Trump.
Trump kemudian mengatakan kepada wartawan bahwa gencatan senjata masih berlaku dan berusaha untuk mengecilkan insiden tersebut.
“Mereka mempermainkan kita hari ini. Kita menghancurkan mereka,” kata Trump di Washington.
Baca juga: Harga Minyak Dunia Melonjak Imbas AS dan Iran Saling Serang di Selat Hormuz
Dilansir Al Arabiya, komando militer gabungan tertinggi Iran menuduh AS melanggar gencatan senjata dengan menargetkan sebuah kapal tanker minyak Iran dan kapal lainnya, serta melakukan serangan udara terhadap daerah sipil di Pulau Qeshm di selat dan daerah pesisir terdekat.
Militer mengatakan mereka menanggapi dengan menyerang kapal-kapal militer AS di sebelah timur selat dan selatan pelabuhan Chabahar.
Seorang juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran mengatakan serangan Iran menimbulkan "kerusakan signifikan," tetapi Komando Pusat AS mengatakan tidak ada aset mereka yang terkena serangan.
Press TV Iran kemudian melaporkan bahwa, setelah beberapa jam terjadi baku tembak, “situasi di pulau-pulau dan kota-kota pesisir Iran di Selat Hormuz kini kembali normal.”
Kedua pihak sesekali saling baku tembak sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 7 April, dengan Iran menyerang target di negara-negara Teluk termasuk Uni Emirat Arab.
Di sisi lain, sejak perang dimulai, Iran sering menargetkan UEA dan negara-negara Teluk lainnya, yang menjadi lokasi pangkalan AS.
Trump mengisyaratkan bahwa pembicaraan yang sedang berlangsung dengan Teheran tetap sesuai rencana meskipun terjadi permusuhan pada hari Kamis, dengan mengatakan kepada wartawan, "Kami sedang bernegosiasi dengan Iran."
Sebelum serangan terbaru, AS telah mengemukakan proposal yang secara resmi akan mengakhiri konflik tersebut, tetapi tidak membahas tuntutan utama AS agar Iran menangguhkan program nuklirnya dan membuka kembali selat tersebut.
Teheran mengatakan belum mengambil keputusan mengenai rencana yang sedang disusun itu.
Meskipun demikian, Trump mengatakan Teheran telah mengakui tuntutannya bahwa Iran tidak akan pernah bisa mendapatkan senjata nuklir, sebuah larangan yang menurutnya telah dijelaskan secara rinci dalam proposal AS.
“Tidak ada peluang sama sekali. Dan mereka tahu itu, dan mereka telah menyetujuinya. Mari kita lihat apakah mereka bersedia menandatanganinya,” kata Trump.
Ketika ditanya kapan kesepakatan mungkin tercapai, Trump berkata, “Mungkin tidak akan terjadi, tetapi bisa terjadi kapan saja. Saya percaya mereka lebih menginginkan kesepakatan daripada saya.”
Perang tersebut telah menguji hubungan Trump dengan basis pendukungnya di AS, setelah ia berkampanye menentang keterlibatan Amerika Serikat dalam perang asing dan berjanji untuk menurunkan harga bahan bakar. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Meski Tak Tampil di Publik, Intelijen AS Yakin Mojtaba Khamenei Terlibat dalam Strategi Perang Iran
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260310_Pemimpin-Tertinggi-Iran_Mojtaba-Khamenei_pengganti-Ali-Khamenei.jpg)