Selasa, 9 Juni 2026

Iran Vs Amerika Memanas

Tegur Netanyahu usai Israel Balas Iran, Trump: Saya Pengambil Keputusan Mutlak

Donald Trump menegaskan keputusan akhir terkait konflik Iran berada di tangan AS dan bukan Israel.

Tayang:
Editor: Heriani AM
Instagram b.netanyahu
TEGUR NETANYAHU - Foto PM Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS, Donald Trump yang diunggah di akun Instagram pribadi dan terverifikasi Netanyahu. Donald Trump menegaskan keputusan akhir terkait konflik Iran berada di tangan AS dan bukan Israel. 

Ringkasan Berita:
  • Donald Trump menegaskan keputusan akhir terkait konflik Iran berada di tangan AS dan bukan Israel.
  • Trump mengaku telah meminta Benjamin Netanyahu untuk tidak membalas serangan Iran demi menjaga peluang tercapainya kesepakatan.
  • Meski mengutamakan diplomasi, Trump menyatakan opsi militer terhadap Iran tetap terbuka jika negosiasi gagal.

 

TRIBUNKALTIM.CO - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menegaskan bahwa keputusan akhir terkait konflik dengan Iran berada di tangan Washington, bukan Israel

Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan setelah Israel kembali melancarkan serangan terhadap target yang terkait dengan Iran dan Lebanon.

Trump secara terbuka menegur Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang dinilai berpotensi mengganggu upaya diplomasi yang sedang dijalankan Amerika Serikat.

Ia menekankan bahwa pemerintah AS memegang kendali dalam proses negosiasi dan penyelesaian konflik, termasuk dalam pembahasan kesepakatan dengan Iran.

Baca juga: Israel Bombardir Fasilitas Petrokimia Iran, Ketegangan Timur Tengah Kembali Memanas

Presiden dari Partai Republik itu menegaskan ia akan memaksa Netanyahu untuk menyetujui kesepakatan dengan Iran karena AS yang memimpin proses tersebut.

 "Dia tidak akan punya pilihan. Saya yang menyelesaikan semua masalah. Saya yang menyelesaikan semua masalah. Netanyahu tidak menyelesaikannya," kata Trump kepada Financial Times, Senin (8/6/2026).

"Keputusan akhir mengenai masalah ini berada di tangan Washington," ujar Trump.

"Saya adalah pengambil keputusan, saya adalah pengambil keputusan mutlak, dan dia (Netanyahu) bukanlah pengambil keputusan," katanya menegaskan peran AS dalam perang Iran.

Trump mengatakan serangan Iran terhadap Israel tidak berdampak pada upaya AS untuk mengakhiri perang.

"Kita lihat saja bagaimana akhirnya. Tapi serangan roket ke Israel adalah serangan yang sama sekali tidak menghasilkan apa pun. Itu adalah salah satu hal yang telah berlangsung selama 3.000 tahun, atau 47 tahun, tergantung bagaimana Anda menghitungnya," kata Trump.

Baca juga: Misteri Keberadaan Mojtaba Khamenei, Trump Klaim Tahu Lokasi dan Kondisi Pemimpin Tertinggi Iran

Ketika ditanya apa yang akan terjadi jika kesepakatan semacam itu gagal, Trump mengatakan dia akan mempertimbangkan untuk melakukan serangan komando ke Iran.

"Pertama, itu berarti mungkin kita akan turun tangan dan menangani wilayah yang belum kita tangani secara militer. Atau itu hanya berarti kita akan mempertahankan blokade terhadap Iran, karena blokade itu mungkin lebih kuat daripada serangan apa pun yang pernah dilakukan terhadap negara itu," kata Trump.

Trump Sempat Minta Israel Tak Membalas Iran

Pada 7 Juni malam waktu setempat, Iran menembakkan rudal balistik ke Israel utara, menandai serangan pertama sejak gencatan senjata 8 April.

Serangan tersebut merupakan tanggapan Iran atas serangan udara Israel di Lebanon, salah satu front yang disebut Iran sebagai salah satu syarat mengakhiri perang.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved