Kamis, 28 Mei 2026

Mutiara Ramadhan

Prof Nasaruddin Umar - Berdamailah dengan Musibah

Musibah itu ujian, jangan takut menghadapi ujian karena hanya dengan ujian martabat kita bisa meningkat.

Tayang:
TRIBUNNEWS.COM/RISMAWAN
NASARUDDIN UMAR - Foto arsip Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA, Imam Besar Masjid Istiqlal saat ditemui di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (19/5/2023). (TRIBUNNEWS.COM/RISMAWAN) 

Oleh: Menteri Agama, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA

DI MANA ada ujian di situ ada kenaikan kelas.Tanpa ujian sulit menggapai kenaikan kelas.

Musibah itu ujian, jangan takut menghadapi ujian karena hanya dengan ujian martabat kita bisa meningkat.

Kematangan seseorang diuji dengan berbagai tantangan, bahkan cobaan.

Hanya saja masih jarang orang menyadari bahwa musibah dan penderitaan adalah ujian kenaikan kelas.

Jika kita merenung dan berkontemplasi sejenak, maka memang benar bahwa di balik setiap musibah dan penderitaan selalu ada rahasia Tuhan yang sulit ditebak.

Banyak ayat dalam Al Quran mengajak kita untuk bersabar menghadapi musibah karena ternyata musibah  adalah surat cinta Tuhan kepada hamba yang dikasihinya.

Suatu saat Nabi Yusuf berdoa: “Rab al-sijn ahbbu ilaiyya” (Ya Allah penjara aku lebih sukai) (Q.S. Yusuf/12:33).

Ini diungkapkan ketika ia dipaksa oleh raja melakukan sesuatu yang bertentangan dengan hati nuraninya.

Baca juga: Prof Nasaruddin Umar - Puasa Menghilangkan Stres

Ia memilih hidup menderita di ruang gelap dan sempitnya penjara ketimbang gemerlapnya istana yang ditawarkan kepadanya.

Ternyata bukan hanya Nabi Yusuf, sejarah panjang perjuangan bangsa Indonesia memiliki daftar panjang nama-nama yang rela menderita demi untuk meraih kemerdekaan untuk anak-cucunya.  

Mungkin, kita pernah mengalami dalam kadar tertentu.

Ini membuktikan bahwa ternyata penderitaan tidak selamanya menyakitkan tetapi kadang dirasa lebih asyik, karena boleh jadi merasa sedang bersama dengan Tuhan. 

Banyak orang yang bukan Nabi juga lebih memilih penderitaan secara fisik demi ketenagan batinnya, ketimbang bahagia secara fisik tetapi menderita secara batin.

Musibah, bala, kekecewaan, dan ketidaknyamanan bisa diubah menjadi sebuah kenyamanan, jika suasana batin aktif di dalam hati seseorang.

Baca juga: Prof Nasaruddin Umar - Mengontrol Tabungan Spiritual

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved