Mutiara Ramadhan
Prof Nasaruddin Umar - Hikmah dari Luqmanul Hakim
Luqmanul Hakim memiliki banyak kelebihan di balik kesederhanaannya sehingga namanya diabadikan di dalam Al Quran sebagai Surah Luqman.
Oleh: Menteri Agama, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
NAMA Luqmanul Hakim diabadikan menjadi nama salah satu surah dalam Al Quran.
Ia bukan nabi tetapi sangat dipuji oleh Allah SWT.
Menurut riwayat Ibn Abbas, Luqmanul Hakim seorang manusia biasa yang pekerjaan sehari-harinya pencari kayu bakar di Habsy.
Ia bukan nabi, bukan rasul, bukan bangsawan, dan bukan pula ulama besar.
Ada riwayat yang menyebutkan ia seorang hakim di zaman Nabi Daud.
Riwayat lain menyebutkan ia hidup sesudah Nabi Isa sebelum Nabi Muhammad SAW lahir.
Ia memiliki banyak kelebihan di balik kesederhanaannya sehingga namanya diabadikan di dalam Al Quran sebagai Surah Luqman.
Baca juga: Prof Nasaruddin Umar - Menghindari Skandal Spiritual
Menurut Ibnu Katsir, nama panjang Luqman ialah Luqman bin Unaqa’ bin Sadun.
Ia digambarkan bertubuh pendek dan berhidung mancung dari Nubah dan ada juga yang berpendapat ia berasal dari Sudan.
Suatu saat Luqmanul Hakim masuk ke dalam pasar menaiki seekor himar (keledai), sedangkan anaknya mengikuti dari belakang.
Melihat tingkah laku Luqman, ada sekumpulan orang yang berkata: ”Lihatlah orang tua yang tidak punya perasaan, ia keenakan sementara anaknya berjalan kaki”.
Setelah mendengarkan kata-kata itu, maka Luqman turun dari atas keledai lalu anaknya disuruh naik ke atas keledai, sedangkan ia sendiri berjalan kaki.
Melihat kenyataan itu, maka orang-orang pasar kembali mencemoh: “Lihat orang tua itu, ia berjalan kaki sedangkan anaknya keenakan di punggung keledai, sungguh anak itu tidak tahu malu”.
Mendengar itu maka Luqmanul Hakim juga naik ke atas keledai bersama-sama anaknya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250317_Prof-Dr-KH-Nasaruddin-Umar-MA-Imam-Besar-Masjid-Istiqlal.jpg)