Mutiara Ramadhan
Prof Nasaruddin Umar - Hikmah dari Luqmanul Hakim
Luqmanul Hakim memiliki banyak kelebihan di balik kesederhanaannya sehingga namanya diabadikan di dalam Al Quran sebagai Surah Luqman.
Orang-orang pasar kembali mencemoh: ”Lihat itu ada dua orang menaiki seekor keledai, sungguh
menyiksa keledai itu”.
Karena tidak suka mendengar cemohan itu maka Luqmanul Hakim dan anaknya turun dari keledai.
Baca juga: Prof Nasaruddin Umar - Menggapai Ketenangan Batin
Orang-orang pasar kembali mencibir: ”Lihat itu, dua orang berjalan kaki, sedangkan keledai tidak dikendarai”.
Lihatlah bagaimana kayanya Allah SWT menciptakan manusia dengan berbagai sudut pandang.
Luqmanul Hakim dalam kisah lain juga pernah diperintahkan tuannya untuk menyembelih kambing, lalu tuannya berkata: “Wahai Luqman tolong ambilkan daging terbaik dari kambing yang engkau sembelih”.
Lalu Luqmanul Hakim mengambilkan lidah dan hati kambing itu.
Tuannya berkata, “Wahai Luqman tolong ambilkan daging yang terjelek”.
Lalu Luqman mengambil lidah dan hati itu lagi.
Lalu tuannya bingung dan bertanya: “Wahai Luqman mengapa ketika kau kuperintahkan mengambil daging yang terbaik dan terburuk kau memberikan bagian yang sama yaitu lidah dan hati”.
Luqman menjawab: ”Wahai tuanku, kalaulah lidah dan hati ini baik maka itu lebih bermanfaat dan apabila lidah dan hati ini jelek maka itu lebih jelek dan akan menimbulkan kerusakan."
Lidah dan hati dianalogikan dengan organ manusia yang sangat menentukan itu.
Pengalaman Lukmanul Hakim di atas terkandung banyak pelajaran berharga bagi kita.
Baca juga: Prof Nasaruddin Umar - Berdamailah dengan Musibah
Di antaranya betapa subyektifnya penilaian manusia, sehingga apapun yang dilakukan seseorang bisa dilihat sudut-sudut negatifnya.
Agaknya mustahil kita bisa memenuhi seluruh harapan dan kehendak masyarakat, apalagi kalau masyarakat itu majemuk dan heterogen di dalam waktu bersamaan.
Jika kita ingin memperbaiki situasi, maka masyarakat harus istiqamah di atas tataran nilai luhur yang banyak disepakati orang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250317_Prof-Dr-KH-Nasaruddin-Umar-MA-Imam-Besar-Masjid-Istiqlal.jpg)