Mutiara Ramadhan
Kekuatan Imajinasi Spiritual
Salah satu hikmah puasa ialah melatih ketajaman nurani atau biasa diistilahkan dengan kekuatan imajinasi.
Mari kita terus berlatih ke dalam bentuk mujahadah dan riyadhah.
Di dalam perspektif tasawuf, seolah tidak dikenal alam gaib dalam arti alam yang di luar kemampuan kognitif manusia untuk memahaminya atau alam yang yang tak teridentifikasi (unidentifying worlds).
Baca juga: Prof Nasaruddin Umar: Bahaya Ujaran Kebencian dalam Masyarakat
Alam gaib oleh para sufi bukan sesuatu yang amat asing.
Alam gaib bagi mereka ialah alam yang berada di balik hijab.
Manakala hijab sudah terbuka (mukasyafah) maka hilanglah kegaiban itu.
Kalaupun masih ada, maka hanya yang tersisah adalah entitas tetap (al-a'yan al-tsabitah).
Inipun sudah diidentifikasi dalam dua kategori, yaitu entitas wahidiyat yang masih bisa dikenali melalui nama-nama (al-asma')-Nya dan ahadiyat yang sudah tidak teridentifikasi atau disebut alam gaib mutlak (asrar al asrar/the sacred of the sacred).
Berbeda dengan para fuqaha yang seolah memberi wilayah alam gaib amat luas, yaitu selain yang masuk dari kategori alam syahadah, alam dunia yang kita huni.
Sesungguhnya para sufi tidak mendikotomikan antara alam syahadah dan alam gaib.
Baca juga: Prof Nasaruddin Umar - Menghindari Skandal Spiritual
Bagi Ibnu 'Arabi, alam syahadah tidak murni sebagai alam fisik karena ia hanya elemen dasar dari rangkaian tingkatan alam yang terdiri atas tanah, air, udara, dan api.
Alam syahadah mutlak disebut juga alam dunia (dari akar kata dana, berarti rendah).
Alam dunia ini juga terdiri atas alam mineral, tumbuh-tumbuhan, hewan, dan sebagian unsur manusia.
Kesadaran dan ekuatan imajinasi (quwwah al-hayaliyyah) seseorang dapat menembus batas-batas tersebut.
Orang seperti inilah yang biasa disebut wali Allah (min Auliya' Allah). (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250302_Menteri-Agama-dalam-Ramadhan-2025.jpg)