Mutiara Ramadhan
Menggapai Pribadi Qana'ah
Qana'ah berasal dari akar kata qani'a-yaqna' berarti merasa puas apa yang ada, rela menerima jatah kenyataan yang datang dari Allah SWT
Demikian pula dalam Q.S. Shad/38:35: Dia berkata, "Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak patut (dimiliki) oleh seorang pun sesudahku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi."
Allah berfirman: Kami akan membantumu dengan saudaramu, dan Kami berikan kepadamu berdua kekuasaan yang besar, maka mereka tidak dapat mencapaimu; (berangkatlah kamu berdua) dengan membawa mukjizat Kami, kamu berdua dan orang yang mengikuti kamulah yang menang. (Q.S. al-Qashash/28:35).
Ditegaskan pula di dalam ayat lain: Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras, atau benar-benar menyembelihnya kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang. (Q.S. al-Naml/27: 21).
Nabi Muhammad SAW. bersabda: "qana'ah merupakan perbendaharaan yang tak pernah akan habis."
Dalam hadis lainnya, beliau bersabda: "Ridhailah apa yang diberikan Allah kepadamu, niscaya kamu akan menjadi manusia yang paling kaya."
Baca juga: Belajar dari Sifat-sifat Tuhan
Dalam Kitab Zabur, disebutkan, bahwa orang yang qana'ah adalah orang yang kaya walaupun ia dalam keadaan kelaparan.
Sebagian ahli hikmah berkata: Barangsiapa yang tebal qana'ah-nya, maka setiap bulu yang ada di tubuhnya akan merasakan kebahagiaan. Orang-orang yang qana'ah akan merasa tenang dari kesibukan dan berjaya atas segala sesuatu.
Jadi, qana'ah tidak mesti menjauhkan diri dari kesibukan.
Ada ahli hakikat mengatakan barangsiapa yang mengarahkan pandangannya kepada apa yang ada pada orang lain, maka ia akan memperpanjang kesedihannya.
Orang yang qana'ah memiliki persepsi yang positif terhadap segala sesuatu, sungguhpun itu kadang merugikan dirinya sendiri.
Ia selalu sadar bahwa kekayaan yang paling sejati ialah kepuasan batin (al-gina gina al-nafs).
Orang yang memiliki banyak kekayaan harta tidak otomatis merasakan kebahagiaan.
Justru orang yang qana'ah-lah yang akan merasakan kekayaan hakiki itu. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250302_Menteri-Agama-dalam-Ramadhan-2025.jpg)