Kamis, 28 Mei 2026

Mutiara Ramadhan

Menangis

Ada dua orang pernah melakukan penelitian disertasi tentang air mata. Seorang dari Jerman dan seorang dari AS.

Tayang:
Editor: Amalia Husnul A
TRIBUNNEWS.COM/RISMAWAN
NASARUDDIN UMAR - Foto arsip Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA, Imam Besar Masjid Istiqlal yang juga menjabat Menteri Agama RI saat ditemui di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (19/5/2023). (TRIBUNNEWS.COM/RISMAWAN). 

Oleh: Menteri Agama, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA

DALAM Islam menangis memiliki berbagai tingkatan. Ada menangis termasuk perbuatan dosa dan ada menangis termasuk perbuatan mulia.

Menangis dalam arti menjerit, seperti orang yang ditimpa musibah lalu menjerit dan meraung-raung, itu dilarang. 

Akan tetapi menangis karena meratapi dosa masa lampau, merindukan Tuhannya, dan bentuk protes terhadap kebatilan di sekitarnya tetapi tidak mampu mengusirnya, maka menangis dalam arti positif. Bahkan tiga bentuk tangisan terakhir tidak akan pernah mungkin mendekati api neraka. 

Ada dua orang pernah melakukan penelitian disertasi tentang air mata. Seorang dari Jerman dan seorang dari AS.

Keduanya menyimpulkan air mata yang keluar karena kepercik bawang atau cabai berbeda dengan air mata yang keluar karena kecewa dan sedih. 

Yang pertama tidak mengandung zat yang berbahaya, sedangkan jenis kedua mengandung toksin atau racun.

Kedua peneliti ini merekomendasikan orang-orang yang mengalami rasa kecewa dan sedih lebih baik menumpahkan air mata kekecewaannya.

Kalau air mata kesedihan itu tidak dibuang keluar, maka akan berdampak buruk bagi kesehatan lambung. 

Menangis itu indah, sehat, dan simbol kejujuran.

Pada saat yang tepat, menangislah sepuas-puasnya dan nikmati, karena tidak selamanya orang bisa menangis.

Baca juga: Menggapai Pribadi Qanaah

Orang-orang yang suka menangis sering kali dilabel sebagai orang cengeng.

Cengeng terhadap Sang Khaliq adalah positif dan cengeng terhadap makhluk adalah negatif. 

Orang-orang yang gampang berderai air matanya ketika terharu mengingat dan merindukan Tuhannya, maka air mata itu melicinkannya menembus surga.

Air mata yang tumpah karena menangisi dosa masa masa lalu, maka air mata itu yang memadamkan api nerakanya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved