Konservasi Lingkungan
Awal Mula Hari Monyet Sedunia 14 Desember, Daftar Spesies Monyet di Kaltim, Ada Bekantan
Awal mula Hari Monyet Sedunia 14 Desember. Daftar spesies monyet yang ada di Kalimantan Timur (Kaltim) termasuk bekantan atau monyet Belanda.
Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Amalia Husnul A
Meski sama-sama termasuk primata, namun monyet berbeda dari kera.
Monyet dan kera adalah primata, yang membentuk bagian dari silsilah keluarga manusia.
Dilansir TribunKaltim.co dari kompas.com, kera cenderung lebih mirip dengan manusia.
Misalnya kera memiliki usus buntu, sedangkan monyet tidak. Kera juga umumnya lebih pintar dari monyet.
Kecerdasan ini terbukti, di mana kebanyakan kera menggunakan alat saat melakukan sesuatu, seperti membuka kacang atau buah dengan bagian luar yang keras.
Bahkan, beberapa kera telah dilatih untuk menggunakan bahasa isyarat manusia.
Ada beberapa perbedaan antara monyet dan kera yang bisa dikenali.
Perbedaan utama antara monyet dan kera adalah kecerdasan dan ekornya
Cara termudah untuk mengetahui perbedaannya adalah dengan mencari ekor, karena kera tidak memiliki ekor, dan sebagian besar spesies monyet memiliki ekor.
Jenis-jenis Monyet di Kaltim
Berdasarkan Sihati, data keanekaragaman hayati yang dirilis Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim ada sejumlah spesies monyet di Kalimantan Timur, yakni:
1. Bekantan atau Probocis Monkey
Termasuk ordo primata dari famili Cercopithecidae.
Bernama latin Nasalis larvatus.
Ada juga yang menyebut bekantan sebagai monyet Belanda karena hidungnya yang berwarna merah.
Bekantan adalah salah satu fauna endemik di Borneo yang secara administrasi termasuk 3 negara yakni Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam.
Bekantan menjadi maskot untuk provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).
Namun di sejumlah wilayah di Kaltim, ditemukan juga bekantan seperti di Kota Balikpapan dan Kuala Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Status bekantan adalah dilindungi baik secara Nasional maupun Internasional dan dilarang diperdagangkan.
Dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) Nomor 106, bekantan statusnya dilindungi.
Sementara di International Union Conservations of Nature (IUCN) Red List of Threatened Species status bekantan adalah endangered atau terancam punah.
2. Owa kalawat
Bernama latin Hyllobates muaelleri.
Termasuk ordo primata dari famili Hylobatidae.
Status owa kalawat ini sama dengan bekantan yang dilindungi baik secara nasional maupun internasional dan dilarang diperdagangkan.
3. Lutung beruban
Bernama latin Presbytis canicrus
Sama dengan bekantan, lutung beruban juga masuk ordo primata dari famili Cercopithecidae.
Meski dalam status IUCN, lutung beruban termasuk endagered spesies (terancam punah) namun tidak termasuk fauna yang dilindungi dalam Permen LHK Nomor 106.
4. Beruk
Bernama latin Macaca nemestrina.
Monyet beruk juga termasuk ordo primata dari famili Cercopithecidae sama dengan lutung beruban dan bekantan.
Status monyet beruk berdasarkan IUCN adalah Vu atau Vulnerable atau rentan terhadap kepunahan.
Monyet beruk tidak termasuk fauna yang dilindungi dalam Permen LHK Nomor 106.
Untuk status perdagangan, monyet beruk ada kuota perdagangan II.
Kuota perdagangan II ini berdasarkan Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES).
5. Monyet ekor panjang
Masih satu keluarga dengan beruk, dan tergabung dalam ordo primata dari famili Cercopithecidae.
Statusnya sama persis dengan beruk dalam IUCN yakni Vulnerable dan termasuk kuota perdagangan II.
Monyet ekor panjang juga tidak termasuk fauna yang diindungi dalam permen LHK Nomor 106.
Baca juga: Diserang Hama Monyet, Polresta Samarinda Gagal Panen Jagung di Lahan Hibah dari Pemkot
(*)
Ikuti berita populer lainnya di Google News, Channel WA, dan Telegram.
Artikel ini telah tayang di kompas.com, Bobo, TribunJateng.com dengan judul Mengenal Lebih Dekat Hari Monyet Sedunia, Ternyata Berasal dari "Lelucon" Mahasiswa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250220_Bekantan-Mangrove-Balikpapan.jpg)