Kamis, 30 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Andi Harun Buka MPLS Sekolah Rakyat di Samarinda, Gratis Harus Diimbangi Keseriusan Belajar

Sekolah rakyat berakar pada prinsip keadilan sosial, yang memberikan akses pendidikan kepada semua lapisan masyarakat, terutama kalangan kurang mampu

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI
SEKOLAH RAKYAT -  Walikota Samarinda, Andi Harun membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Samarinda, Gedung BPMP Kaltim, Jumat (15/8). Sekolah rakyat berakar pada prinsip keadilan sosial, yang memberikan akses pendidikan kepada semua lapisan masyarakat, terutama kalangan kurang mampu. (TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI) 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDAWalikota Samarinda Andi Harun membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi di Gedung Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Timur, Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Sungai Kledang, Kecamatan Samarinda Seberang, Jumat (15/8/2025).

Andi Harun menegaskan bahwa sekolah rakyat berakar pada prinsip keadilan sosial, yang memberikan akses pendidikan kepada semua lapisan masyarakat, terutama kalangan kurang mampu. 

Program ini, katanya, bukan sekadar membangun gedung atau membuka kelas baru, melainkan strategi besar untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan gratis.

“Sekolah Rakyat menyuarakan pendidikan untuk semua, bukan hanya untuk yang mampu secara ekonomi,” ujarnya.

Sekolah Rakyat Terintegrasi dikelola dengan model boarding school gratis.

Baca juga: Siswa Sekolah Rakyat Ramai-ramai Mengundurkan Diri, Pakar Sosiologi Ungkap Karakter Masyarakat

Sebanyak 100 siswa yang terdiri dari SMP dan SMA mendapatkan fasilitas belajar, tempat tinggal, makan, seragam, serta pendampingan intensif tanpa dipungut biaya. 

Berbeda dengan Sekolah Rakyat non-asrama yang fokus pada pembelajaran formal, model ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan holistik siswa, membina karakter secara intensif, dan menciptakan lingkungan belajar yang stabil bagi anak-anak dari keluarga miskin.

“Konsep ini memadukan kurikulum nasional dengan penguatan karakter, kepemimpinan, nasionalisme, keterampilan hidup, serta soft skills seperti kerja tim dan manajemen waktu. Tujuannya, lulusan mampu bersaing di dunia kerja dan keluar dari lingkaran kemiskinan,” kata Andi Harun.

Andi Harun mengingatkan, konsep Sekolah Rakyat telah ada sejak masa penjajahan sebagai wadah pendidikan rakyat kecil, yang kemudian berkembang menjadi Sekolah Dasar pasca kemerdekaan.

Kini, gagasan ini dihidupkan kembali sebagai bagian dari visi Indonesia Emas 2045 untuk membangun SDM unggul, inklusif, religius, moderat, dan berdaya saing.

Ia juga mengingatkan kepala sekolah dan tenaga pendidik untuk tidak terjebak pada aspek akademik semata, melainkan memahami pentingnya pembentukan karakter sejak awal.

“Kepada orang tua, kita harus berterima kasih kepada Presiden RI. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, ada sekolah berasrama gratis yang tujuannya jelas: memutus mata rantai keterbelakangan dan kemiskinan,” ujarnya.

Di samping itu, orang nomor satu di Samarinda ini juga menyinggung konsep Human Capital Index yang menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan erat kaitannya dengan latar belakang pendidikan. 

“Kalau tidak sekolah, tidak ada harapan di masa depan. Tapi jika sekarang masih miskin namun mendapat pendidikan, maka masa depan ada di depan mata, terlepas dari urusan takdir Tuhan,” katanya.

Baca juga: Sekolah Rakyat Samarinda Siap Sambut Siswa Perdana, MPLS Bakal Dilaksanakan 15 Agustus 2025

Tak sampai di situ saja, Andi Harun mengingatkan bahwa fasilitas lengkap yang disediakan negara harus diimbangi dengan keseriusan dari siswa dan dukungan orang tua.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved