Berita Samarinda Terkini
Polresta Samarinda tak Temukan Beras Oplosan, Hendri: Stok Beras Aman
Polresta Samarinda, Kalimantan Timur belum menemukan pelanggaran penjualan beras premium yang dioplos dengan beras medium
Penulis: Gregorius Agung Salmon | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA - Polresta Samarinda, Kalimantan Timur belum menemukan pelanggaran penjualan beras premium yang dioplos dengan beras medium, seperti yang selama ini berkembang di sejumlah daerah di Tanah Air.
"Hingga saat ini di Samarinda belum ada temuankan beras oplosan juga beras sesuai standar juga belum ditemukan, beras SNI juga belum kita temukan," ujar Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar.
Ia mengatakan juga dilakukan operasi pasar yang dilakukan bersama sejumlah instansi , mulai dari tim satgas terpadu yang terdiri Reskrim Polresta, Bulog dan juga Disperindag.
Pihaknya juga mendalami informasi dugaan pelanggaran berupa beras kualitas medium yang dikemas sebagai beras premium yang dijual ke masyarakat dengan harga tinggi.
Baca juga: 4 Ton Beras Murah Ludes di Festival Merah Putih Pesisir Gelaran Sat Polairud Paser
Dari hasil pemeriksaan oleh petugas, ia mengatakan belum ada beras medium yang dijual dengan kualitas premium.
"Alhamdulillah hingga saat ini untuk Samarinda aman semua," katanya.
Hendri Umar mengatakan, pada saat ini di gudang Bulog masih tersedia sekitar 9.200 ton beras.
Beras tersebut akan diperuntukkan untuk enam bulan kedepan.
Selain untuk ketersediaan di kota Samarinda, beras yang tersedia di gudang Bulog juga akan mensuplai beberapa kota lain di Kaltim seperti Kutai Kartanegara, Bontang, Kutai Barat hingga Mahakam Ulu.
"Artinya sejauh ini stoknya aman, Insya Allah untuk 6 bulan ke depan tidak ada masalah, kemudian juga tidak ada temuan-temuan penimbunan belum ada, kemudian juga adanya beras-beras oplosan juga belum ada kita temukan," ungkapnya.
Baca juga: Polres Kutim Distribusikan 8 Ton Beras SPHP Lewat Gerakan Pangan Murah
Namun demikian, ia mengimbau kepada masyarakat agar melaporkan ke polisi, apabila menemukan adanya indikasi penyimpangan dalam perdagangan beras di masyarakat.
"Nah, jadi kami juga memberikan himbawan kalau misalnya ada seperti itu pasti akan kita lakukan penindakan," pungkasnya. (*)
| Temuan 24 Obat Herbal Berbahaya, BBPOM Samarinda Intensifkan Pengawasan |
|
|---|
| UINSI Samarinda Sikapi Kuliah Jarak Jauh PJJ, Bakal Terapkan Sistem Hybrid |
|
|---|
| BBPJN Kaltim Bersihkan Drainase Samarinda, Warga Harap Banjir Dapat Berkurang |
|
|---|
| Pemkot Samarinda Percepat Lapak Pasar Segiri, Cegah Inflasi Pangan |
|
|---|
| Lapas Samarinda Over Kapasitas 314 Persen, Siap Direlokasi ke Bayur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250815-Kapolresta-Samarinda-Kombes-Pol-Hendri-Umar-6.jpg)