Berita Kaltim Terkini
Pemprov Kaltim Hadapi Tantangan Kuota Beasiswa Gratispol, Wagub Seno Aji Pastikan Solusi
Menurut Seno Aji, ada beberapa mahasiswa yang belum tercover, terlingkupi dalam program tersebut, akibat ketidaksesuaian kuota.
Penulis: Raynaldi Paskalis | Editor: Budi Susilo
SAMARINDA - Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji menjelaskan permasalahan terkait program pendidikan gratis (gratispol) yang dialami beberapa mahasiswa baru di Kalimantan Timur.
Menurut Seno Aji, ada beberapa mahasiswa yang belum tercover, terlingkupi dalam program tersebut, akibat ketidaksesuaian kuota dengan universitas mitra.
Wagub Seno Aji menjelaskan, bahwa permasalahan ini timbul karena adanya peningkatan jumlah mahasiswa baru yang melebihi kuota yang telah disepakati sebelumnya.
Sebagai contoh, jika sebelumnya universitas mitra memiliki kuota 2.500 mahasiswa, namun pada kenyataannya menerima hingga 3.000 mahasiswa baru.
Baca juga: Perkuat Toleransi dan Pengabdian Masyarakat, DPRD Kaltim Apresiasi Pelaksanaa Gratispol di Kutim
Imbasnya 500 mahasiswa lainnya tidak bisa dicover dalam program gratispol.
"Padahal kita sebelumnya sudah lakukan perjanjian kerjasama, sudah ada kontrak kuota dari pemerintah. Tapi karena mereka ingin mahasiswa yang banyak akhirnya lepas dari perjanjian itu," ucapnya, Selasa (26/8/2025) di Samarinda.
Ia menegaskan bahwa pihak Pemprov Kaltim tidak mengurangi kuota program pendidikan gratis di Kalimantan Timur.
Sebaliknya, pihaknya tetap berkomitmen sesuai dengan perjanjian awal.
Wagub Kalimantan Timur, Seno Aji optimis permasalahan tersebut dapat diselesaikan melalui diskusi dengan pihak universitas terkait.
Dia juga menawarkan solusi alternatif bagi mahasiswa yang belum masuk dalam kuota program gratis.
Baca juga: DPRD Kaltim Minta Sosialisasi Program Gratispol Diperluas, Dorong Pembentukan Perda
"Pada saat mereka naik semester kedua baru kita cover semua," kata Wagub Kalimantan Timur, Seno Aji.
Pernyataan ini disampaikan di tengah badai pemangkasan dana transfer ke daerah untuk efisiensi, berdampak pada Kalimantan Timur yang mengalami pemotongan sekitar 50 persen anggaran.
Meski demikian, Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji meyakinkan bahwa program unggulan yang dijalankan bersama Gubernur Kaltim Rudy Masu'd tidak akan terdampak oleh pemangkasan tersebut.
"Insya Allah tidak." pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250826_Gratispol-Beasiswa-Kaltim-Terkendala.jpg)