Breaking News

Berita Samarinda Terkini

Dilema Terminal Bayangan Jalan APT Pranoto, Jadi Pilihan Warga Samarinda, Ditegur Satpol PP Kaltim

Dilema terminal bayangan di Jalan APT Pranoto. Warga Samarinda lebih pilih berangkat dari terminal bayangan, Satpol PP beri teguran

Penulis: Raynaldi Paskalis | Editor: Amalia Husnul A
TribunKaltim.co/Raynaldi Paskalis
TERMINAL BAYANGAN SAMARINDA - Suasana di Jalan APT Pranoto, Kota Samarinda yang jadi terminal bayangan. Meski keberadaannya dapat teguran dari Satpol PP Kaltim dan Dishub Samarinda, namun terminal bayangan APT Pranoto ini lebih diminati warga. (TribunKaltim.co/Raynaldi Paskalis) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Secara resmi, kota Samarinda ibu Kota Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memiliki Terminal Sungai Kunjang yang berada di Jalan Untung Suropati, Kelurahan Karang Asam Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang.

Sayangnya, warga banyak yang memilih untuk mencari bus dari terminal bayangan di Jalan APT Pranoto, Kelurahan Sungai Keledang, Kecamatan Samarinda Seberang meski keberadaannya sudah dapat teguran dari Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol PP) Kaltim maupun Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda.

Bagi aparat, keberadaan terminal bayangan di Jalan APT Pranoto dianggap persinggahan ilegal dan menimbulkan kemacetan, namun sederet alasan membuat warga di Samarinda akhirnya memilihnya ketimbang Terminal Sungai Kunjang.

Sederhananya, bagi pengguna transportasi darat alias bus, terminal bayangan di Jalan APT Pranoto Samarinda ini jalan pintas yang mempersingkat waktu, mengurangi repot, dan memberi kenyamanan yang tak selalu dijumpai di terminal resmi, Terminal Sungai Kunjang.

Baca juga: Salah tapi Tetap Jalan, Satpol PP Kaltim Beri Teguran ke Pengelola Terminal Bayangan di Samarinda

Mulai pekerja gudang, mahasiswa, hingga pedagang kecil semuanya pernah mengandalkan titik kumpul ini untuk menuju Balikpapan, kota tetangga Samarinda atau saat kembali ke ibu kota Kaltim ini.

Aktivitas terminal bayangan di Jalan APT Pranoto, Kelurahan Sungai Keledang, Kecamatan Samarinda Seberang, masih menjadi langganan masyarakat. 

Meski keberadaannya pernah mendapat teguran dari Satpol PP Provinsi Kaltim bersama Dishub Kota Samarinda, penumpang justru menilai terminal ini lebih cepat dan mudah diakses.

Teguran aparat sebelumnya dilakukan menindaklanjuti laporan warga melalui aplikasi Sipintar, yang mengeluhkan adanya potensi gangguan lalu lintas akibat mobilitas bus di kawasan tersebut.

Namun, bagi sebagian masyarakat, terminal bayangan menjadi pilihan utama, terutama untuk rute Samarinda-Balikpapan.

Tak Tunggu Lama

Adam, salah satu penumpang yang akan bepergian ke Balikpapan untuk menghadiri acara, mengaku alasan ia memilih terminal bayangan karena tidak perlu menunggu lama. 

"Kalau di resminya biasanya nunggu lagi. Biasanya dia ke sini lagi buat nunggu penumpang.

Kalau di sini langsung berangkat. Jadi lebih cepat," ucapnya dengan ransel di punggungnya, Kamis (28/8/2025)

Pemuda asli Samarinda yang kini bekerja di salah satu pergudangan di kawasan Palaran itu menuturkan, sudah sekitar dua tahun memanfaatkan terminal bayangan.

Ia pernah mencoba naik bus dari terminal resmi di Sungai Kunjang, namun merasa waktu tunggunya lebih panjang. 

"Pernah, cuma nunggunya agak lama," ujarnya.

"Aksesnya juga mudah di sini," sambungnya. 

Dari segi harga tiket, menurutnya tidak ada perbedaan dengan terminal resmi.

Ia juga menyoroti kemudahan penggunaan transportasi daring. 

Di terminal resmi, penumpang harus berjalan keluar untuk naik ojek online, sementara di terminal bayangan layanan tersebut bisa langsung menjemput di dekat bus. 

"Kalau Maxim langsung dia ke dekat bisnya," kata Adam.

Akses Lebih Mudah dan Nyaman

Perwakilan pengelola bus di terminal bayangan Jalan APT Pranoto membantah anggapan bahwa keberadaan terminal ini mengganggu lalu lintas. 

Menurut Iwan, salah satu perwakilan bus di lokasi tersebut, terminal bayangan justru memberikan kemudahan akses bagi masyarakat.

Terminal bayangan yang berlokasi di Jalan APT Pranoto, Kelurahan Sungai Keledang, Kecamatan Samarinda Seberang ini dinilai lebih strategis dibandingkan terminal resmi.

Iwan menjelaskan bahwa keberadaan terminal bayangan ini sebenarnya memudahkan masyarakat yang berasal dari berbagai wilayah kota.

Penumpang tidak perlu lagi menunggu lama atau melakukan perjalanan jauh menuju terminal resmi di Sungai Kunjang.

"Lebih memudahkan aksesnya aja. Gak terlalu lama jadi mereka (penumpang) lebih cepat di sini langsung berangkat," ucap Iwan saat ditemui di terminal bayangan, Kamis (28/8/2025)

Ia menegaskan bahwa kondisi di terminal bayangan tidak lebih ramai dibandingkan terminal bus resmi.

Namun, menurut pengamatannya, terminal bayangan memberikan akses yang lebih praktis bagi penumpang.

"Aksesnya lebih mudah di sini dari pada ke terminal. Apalagi Maxim nggak bisa ngambil masuk juga ke terminal kan.

Kasihan karena penumpangnya, kasihan," jelasnya.

Keunggulan terminal bayangan, lanjut Iwan, terletak pada kemudahan akses transportasi online.

Di terminal resmi, penumpang harus berjalan kaki keluar area terminal untuk dapat menggunakan layanan transportasi online, terutama ketika membawa banyak barang.

Kondisi ini tentu menyulitkan penumpang.

Sebaliknya, di terminal bayangan, penumpang dapat langsung memesan transportasi online dan dijemput tepat di lokasi penurunan.

Hal ini dinilai lebih efisien dan tidak menyusahkan penumpang.

Terminal bayangan ini khusus melayani rute Samarinda-Balikpapan dan sebaliknya dengan jam operasional mulai pukul 06.00 hingga 20.00 WITA.

Frekuensi keberangkatan bus pun cukup tinggi dengan 10 menit sekali bus berangkat.

"Kalau di sini beberapa menit berangkat. Baru kalau mereka turun dari Balikpapan di sini bisa langsung pesan ojek online atau taxi online," tambah Iwan.

Menurutnya, keberadaan terminal ini justru memberikan kenyamanan bagi penumpang, terutama kalangan mahasiswa yang menjadi segmen utama pengguna layanan bus antar kota.

"Nggak ada, lebih memudahkan aja. Lebih merasa nyaman. Karena kalau kita minta pendapat ke masyarakat (penumpang), sebagian mereka lebih suka di sini.

Terutama anak mahasiswa, ya. Itu juga lebih suka di sini mereka," jelasnya.

Bantah Bikin Macet

Terkait keluhan masyarakat soal gangguan lalu lintas, Iwan membantah adanya permasalahan tersebut.

Ia menyatakan bahwa akses di lokasi terminal bayangan tetap lancar dan tidak pernah menimbulkan kemacetan.

"Tidak, aksesnya juga mudah, lancar. Gak pernah ada macet di sini, gak pernah juga ada laka, gak pernah ada macet di sini, alhamdulillah," tegasnya.

Mengenai jumlah penumpang harian, Iwan menjelaskan bahwa angkanya bersifat fluktuatif tergantung kondisi hari.

Pada akhir pekan, khususnya Sabtu dan Minggu, jumlah penumpang cenderung meningkat karena banyak mahasiswa yang pulang kampung.

Ia juga menekankan bahwa tujuan utama terminal bayangan bukan untuk menarik lebih banyak penumpang, melainkan untuk memudahkan akses bagi pengguna jasa angkutan umum, khususnya bus antar kota.

Iwan menambahkan bahwa keberadaan terminal bayangan merupakan fenomena umum yang dapat ditemukan di berbagai wilayah Indonesia.

Terminal jenis ini banyak dimanfaatkan untuk menambah jumlah penumpang dan memberikan alternatif akses yang lebih mudah.

"Kalau kita liat di Jawa, di Sulawesi ada semua terminal bayangan.

Karena memang terminal banyangan ini banyak dimanfaatkan untuk menambah jumlah penumpang," katanya.

Sebelumnya, petugas gabungan dari Satpol PP Provinsi Kalimantan Timur bersama Dinas Perhubungan Kota Samarinda telah melakukan teguran kepada pengelola terminal bayangan pada Rabu (27/08/2025). 

Teguran ini merupakan tindak lanjut dari aduan masyarakat melalui aplikasi pintar yang mengeluhkan terganggunya lalu lintas di sekitar terminal bayangan.

Menanggapi kemungkinan diskusi dengan pihak berwenang, Iwan menyatakan kesediaannya untuk terlibat dalam pembicaraan tersebut. 

"Ya pengen aja kalau memang diajak. Kalau mau dilibatkan kita juga siap untuk diskusi," katanya.

Iwan kembali menegaskan bahwa terminal bayangan tidak menyebabkan kepadatan berlebih. 

Baca juga: Terminal Bayangan Samarinda tak Langgar Lalulintas Malah Mudahkan Akses Penumpang

(TribunKaltim.co/Raynaldi Paskalis)

Ikuti berita populer lainnya di saluran berikut: Channel WA, Facebook, X (Twitter), YouTube, Threads, Telegram

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved