Selasa, 14 April 2026

Berita Kaltim Terkini

Respons Wagub Kaltim Seno Aji Soal Temuan MBG Basi di Samarinda

Respons Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji soal temuan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) basi di Samarinda, Kaltim.

Raynaldi Paskalis
MAKAN BERGIZI GRATIS - Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, saat diwawancarai usai menghadiri peringatan hari pramuka ke-64 tingkat Kaltim di halaman parkir utama Gelora Kadrie Oning Sempaja pada Rabu (17/9/2025). Dia menjelaskan pihaknya akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksaan program unggulan presiden ini. (Raynaldi Paskalis) 

Dia menegaskan akan menerjunkan tim untuk melakukan pemantauan langsung guna mencegah kemungkinan keracunan makanan pada penerima manfaat.

"Kami akan mengirim tim kesehatan untuk turun langsung ke lokasi. Jika sampai terjadi keracunan, masyarakatlah yang akan menjadi korban," pungkasnya. 

Baca juga: DPRD Balikpapan Kawal Pelaksanaan MBG, Dorong Penyediaan dan Kualitas Makanan Lebih Selektif

Respons Pemkot Samarinda

Pernyataan resmi pemerintah soal temuan kasus program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) basi di Samarinda, Kalimantan Timur.

Adalah Plt Asisten I sekaligus Ketua Tim Satgas MBG Samarinda, Suwarso yang menegaskan bahwa pihaknya langsung melakukan evaluasi menyeluruh. 

Baru-baru ini, muncul kabar kurang menyenangkan terkait Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Samarinda

Salah satu sekolah penerima manfaat, SMA Negeri 13 Samarinda, dilaporkan mengalami persoalan pada Agustus 2025 lalu lantaran menu MBG yang diterima siswa diduga dalam kondisi basi.

Kejadian ini pun mendapat perhatian serius dari Satgas MBG Kota Samarinda.

Baca juga: Viral Surat Pernyataan MBG MTsN Brebes, BGN Bantah Lepas Tangan Jika Ada Keracunan

Menurut Suwarso, dua hari sebelum kabar tersebut mencuat, Satgas sebenarnya telah mengumpulkan seluruh vendor serta ahli gizi untuk diberikan arahan teknis.

“Sebetulnya sebelum ada info mengarah ke basi itu, dua hari sebelumnya seluruh vendor dan ahli gizi sudah diberikan materi oleh Satgas MBG untuk melakukan pencegahan-pencegahan, termasuk kualitas makanan, packing, batas waktu pengantaran sampai waktu dikonsumsi. Itu diberikan arahan dari pemateri Dinkes, sudah dikumpulkan semua termasuk vendor kurang lebih 13 SPPG,” jelas Suwarso pada TribunKaltim, (17/9). 

Hasil identifikasi awal menunjukkan adanya kemungkinan kesalahan pada metode pengemasan yang memicu makanan menjadi cepat basi. 

Suwarso pun mengaku telah berkoordinasi langsung dengan pihak sekolah.

Ia membenarkan bahwa sebagian besar makanan memang dalam kondisi yang kurang layak dikonsumsi, sehingga membuat siswa enggan memakannya. 

“Akhirnya dievaluasi dan penggantinya sebagian anak-anak ke kantin,” ujarnya.

Baca juga: Dapur Kedua MBG di Bontang Utara Mulai Beroperasi 22 Agustus, Target Awal Dua Ribu Porsi per Hari

Sebagai bagian dari tindak lanjut, sejumlah fasilitas kesehatan diantaranya Puskesmas Remaja dan Temindung bersama pengawas provinsi juga turun ke lapangan untuk memastikan kasus serupa tidak terulang. 

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved