Sabtu, 11 April 2026

Berita Berau Terkini

Wabup Gamalis Akui Sektor Perikanan Berau Masih Hadapi Banyak Tantangan

Wakil Bupati Berau, Gamalis, menegaskan sektor perikanan yang menjadi masa depan Kabupaten Berau masih menghadapi banyak tantangan besar.

TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI
TANTANGAN SEKTOR PERIKANAN - Wakil Bupati Berau, Gamalis, menegaskan sektor perikanan yang menjadi masa depan Kabupaten Berau masih menghadapi banyak tantangan besar.  Padahal, daerah pesisir ini dianugerahi laut luas dan kaya, mulai dari Pulau Derawan, Maratua, hingga Biduk-Biduk, yang tak hanya memikat wisatawan tetapi juga menjadi tumpuan hidup ribuan nelayan. (TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI) 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Wakil Bupati Berau, Gamalis, menegaskan sektor perikanan yang menjadi masa depan Kabupaten Berau masih menghadapi banyak tantangan besar. 

Padahal, daerah pesisir ini dianugerahi laut luas dan kaya, mulai dari Pulau Derawan, Maratua, hingga Biduk-Biduk, yang tak hanya memikat wisatawan tetapi juga menjadi tumpuan hidup ribuan nelayan.

“Perikanan adalah masa depan Berau. Kita dianugerahi laut yang luas dan kaya, tetapi kalau tidak kita kelola secara cerdas dan bertanggung jawab, potensi itu bisa hilang begitu saja,” tegas Gamalis kepada TribunKaltim.co, Jumat (26/9/2025).

Baca juga: Dinas Perikanan Berau Fokus Pendampingan dan Penguatan Sarana dan Prasarana

Nelayan Masih Tradisional

Berdasarkan data Dinas Perikanan Berau, terdapat lebih dari 1.200 nelayan aktif yang sebagian besar masih menggunakan perahu kecil dan alat tangkap tradisional.

Kondisi ini membatasi hasil tangkapan yang sering kali hanya memenuhi pasar lokal.

“Banyak nelayan kita yang masih kesulitan mendapatkan peralatan modern, pendingin hasil tangkapan, hingga akses pasar di luar daerah. Ini menjadi salah satu faktor yang membatasi nilai ekonomi dari potensi laut Berau,” jelas Gamalis.

Keterbatasan sarana membuat nelayan berada dalam posisi rentan.

Baca juga: Dinas Perikanan Berau Anggarkan Rp 3,9 Miliar untuk Bantuan Nelayan di 6 Kecamatan

Harga ikan fluktuatif, sementara biaya operasional seperti bahan bakar dan perawatan perahu terus meningkat.

Tantangan Penangkapan Ilegal

Selain keterbatasan infrastruktur, masalah lain adalah praktik penangkapan ikan ilegal dan destruktif.

Masih ditemukan penggunaan bom atau racun ikan yang merusak terumbu karang dan habitat laut.

“Kami bersama aparat terkait terus memperketat pengawasan. Namun, yang tak kalah penting adalah edukasi kepada masyarakat. Nelayan harus paham bahwa kelestarian laut berarti kelangsungan hidup mereka sendiri,” tegas Gamalis.

Baca juga: Jelang Akhir Tahun, Capaian Kinerja Dinas Perikanan Berau di Angka 80 Persen

Strategi Nilai Tambah dan Ekowisata

Untuk meningkatkan daya saing, Pemkab Berau menyiapkan langkah strategis berupa pembangunan industri pengolahan lokal, seperti pengalengan, fillet, hingga produk olahan lain.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved