Rabu, 20 Mei 2026

Program Makan Bergizi Gratis

Kasus Keracunan Marak, Pemkot Bontang Awasi Ketat Program MBG

Maraknya kasus keracunan massal di sejumlah daerah membuat Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan.

Tayang:
HO/PROKOPIM BONTANG
MARAK KERACUNAN MBG - Wakil Walikota Bontang Agus Haris saat memimpin rapat koordinasi terkait pengawasan Program MBG yang berjalan, di Pendopo Walikota. Maraknya kasus keracunan massal di sejumlah daerah membuat Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan. (HO/PROKOPIM BONTANG) 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG – Maraknya kasus keracunan massal di sejumlah daerah membuat Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan.

Menyikapi hal ini, Pemkot Bontang memastikan pengawasan MBG diperketat demi menjaga kualitas layanan dan kepercayaan publik.

Wakil Walikota Bontang, Agus Haris, menegaskan pengelolaan MBG di Bontang harus lebih hati-hati agar kejadian serupa tidak terjadi.

“Problem yang mencuat dari daerah lain perlu mendapat perhatian. Antisipasi dengan pengawasan kualitas mesti diperketat, karena ini menyangkut kepercayaan publik,” ungkapnya, Minggu (29/9/2025).

Baca juga: Ini Kriteria SPPG yang Akan Ditutup dan 4 Poin Penting Hasil Rapat Darurat Evaluasi Program MBG

Agus mengungkapkan, beberapa waktu lalu dirinya turun langsung mengecek pengelolaan makanan di lima dapur MBG yang telah beroperasi.

Selain itu, Pemkot Bontang juga membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan melalui SK Walikota untuk memastikan semua dapur terkontrol dengan baik.

“Ada banyak pihak dilibatkan dalam pengawasan. Kita belajar dari kasus yang terjadi di luar Bontang,” tambahnya.

Baca juga: Presiden Prabowo Turun Tangan, Panggil Kepala BGN Bahas Kasus Keracunan MBG

Target Layanan 3.000 Penerima per Dapur

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Bontang, Surya Dwi Saputra, menjelaskan setiap dapur MBG ditargetkan mampu melayani hingga 3.000 penerima manfaat.

Namun, penambahan porsi dilakukan secara bertahap agar kualitas makanan tetap terjaga.

“Kami ingin kualitas tetap terjaga dan risiko keracunan makanan bisa dicegah,” tegasnya.

Saat ini, sebaran penerima terbesar berada di dapur SPPG Bontang Barat 1 dengan 3.369 penerima, disusul dapur KS Tubun 2.324 penerima, dapur Halal Square 2.001 penerima, dapur Guntung 1.848 penerima, dan dapur HOP 6 sebanyak 1.729 penerima.

Baca juga: Temuan Kasus makanan Basi MBG Kaltim, DPRD Minta Siswa Jangan Takut Lapor

Untuk wilayah Bontang Selatan, Pemkot Bontang menyiapkan dua dapur tambahan yang rencananya mulai beroperasi awal Oktober 2025.

Kehadiran dapur baru tersebut diproyeksikan meningkatkan kapasitas layanan secara signifikan.

“Pada tahap awal, penerima memang masih sedikit karena sifatnya penyesuaian. Namun jumlahnya akan terus ditingkatkan secara bertahap,” pungkas Surya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved