Program Makan Bergizi Gratis
Kasus Keracunan Marak, Pemkot Bontang Awasi Ketat Program MBG
Maraknya kasus keracunan massal di sejumlah daerah membuat Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan.
Penulis: Muhammad Ridwan | Editor: Miftah Aulia Anggraini
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG – Maraknya kasus keracunan massal di sejumlah daerah membuat Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan.
Menyikapi hal ini, Pemkot Bontang memastikan pengawasan MBG diperketat demi menjaga kualitas layanan dan kepercayaan publik.
Wakil Walikota Bontang, Agus Haris, menegaskan pengelolaan MBG di Bontang harus lebih hati-hati agar kejadian serupa tidak terjadi.
“Problem yang mencuat dari daerah lain perlu mendapat perhatian. Antisipasi dengan pengawasan kualitas mesti diperketat, karena ini menyangkut kepercayaan publik,” ungkapnya, Minggu (29/9/2025).
Baca juga: Ini Kriteria SPPG yang Akan Ditutup dan 4 Poin Penting Hasil Rapat Darurat Evaluasi Program MBG
Agus mengungkapkan, beberapa waktu lalu dirinya turun langsung mengecek pengelolaan makanan di lima dapur MBG yang telah beroperasi.
Selain itu, Pemkot Bontang juga membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan melalui SK Walikota untuk memastikan semua dapur terkontrol dengan baik.
“Ada banyak pihak dilibatkan dalam pengawasan. Kita belajar dari kasus yang terjadi di luar Bontang,” tambahnya.
Baca juga: Presiden Prabowo Turun Tangan, Panggil Kepala BGN Bahas Kasus Keracunan MBG
Target Layanan 3.000 Penerima per Dapur
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Bontang, Surya Dwi Saputra, menjelaskan setiap dapur MBG ditargetkan mampu melayani hingga 3.000 penerima manfaat.
Namun, penambahan porsi dilakukan secara bertahap agar kualitas makanan tetap terjaga.
“Kami ingin kualitas tetap terjaga dan risiko keracunan makanan bisa dicegah,” tegasnya.
Saat ini, sebaran penerima terbesar berada di dapur SPPG Bontang Barat 1 dengan 3.369 penerima, disusul dapur KS Tubun 2.324 penerima, dapur Halal Square 2.001 penerima, dapur Guntung 1.848 penerima, dan dapur HOP 6 sebanyak 1.729 penerima.
Baca juga: Temuan Kasus makanan Basi MBG Kaltim, DPRD Minta Siswa Jangan Takut Lapor
Untuk wilayah Bontang Selatan, Pemkot Bontang menyiapkan dua dapur tambahan yang rencananya mulai beroperasi awal Oktober 2025.
Kehadiran dapur baru tersebut diproyeksikan meningkatkan kapasitas layanan secara signifikan.
“Pada tahap awal, penerima memang masih sedikit karena sifatnya penyesuaian. Namun jumlahnya akan terus ditingkatkan secara bertahap,” pungkas Surya. (*)
| Program MBG Polres Kutim Resmi Dimulai, Salurkan 1.247 Porsi ke Tiga Sekolah di Sangatta Utara |
|
|---|
| Ribuan Porsi Makan Bergizi Gratis dari SPPG Polres PPU Lolos Uji Zat Berbahaya |
|
|---|
| Dapur MBG untuk 1.700 Pelajar di Mahulu Terancam Tertunda, Yayasan Minta Kepastian Pusat |
|
|---|
| SPPG Polres PPU Kembali Beroperasi, 1.189 Porsi Makanan Aman Didistribusikan |
|
|---|
| 11 Dapur Makan Bergizi Gratis di Kutai Timur Kembali Beroperasi Usai Disanksi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250928_Wakil-Walikota-Bontang-Agus-Haris-saat-memimpin-rapat-koordinasi-MBG.jpg)