Rabu, 8 April 2026

Peresmian Sekolah Terpadu

Mendikdasmen Kagum Sekolah Terpadu di Samarinda Terapkan Deep Learning dan Kurikulum Global

Sekolah Terpadu Samarinda yang menggabungkan tiga jenjang pendidikan, SD, SMP, dan SMA, dinilai sudah memiliki kesiapan menghadapi tuntutan global

Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Nur Pratama
TribunKaltim.co/SINTYA ALFATIKA SARI
SEKOLAHE TERPADU - Mendikdasmen Abdul Mu’ti saat meresmikan Sekolah Terpadu Samarinda, Selasa (30/9/2025) bersama Walikota Andi Harun. Ia memuji kurikulum berstandar internasional dan penerapan deep learning yang dinilai siap menjawab tantangan global. (TribunKaltim.co/SINTYA ALFATIKA SARI) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kehadiran Sekolah Terpadu (Integrated School) Samarinda resmi mendapat pengakuan dari pemerintah pusat.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, yang hadir langsung dalam peresmian pada Selasa (30/9/2025), menegaskan bahwa sekolah ini berpotensi menjadi rujukan nasional bagi pengembangan sekolah unggulan non-asrama di setiap kecamatan.

“Pak Presiden sempat menyampaikan kepada kami bagaimana di setiap kecamatan itu ada satu sekolah unggulan yang tidak berasrama. Artinya mereka memang bisa tetap belajar di sekolah tapi juga kembali ke rumah masing-masing. Ini sedang kami cari formulanya, modelnya seperti apa, dan pada waktunya nanti mudah-mudahan ini menjadi salah satu referensi dari model sekolah unggul non-asrama,” ucap Abdul Mu’ti. 

Baca juga: Mendikdasmen Tekankan Generasi Muda Kebiasaan Positif untuk Wujudkan Generasi Sehat dan Kuat

Sekolah Terpadu Samarinda yang menggabungkan tiga jenjang pendidikan, SD, SMP, dan SMA, dinilai sudah memiliki kesiapan menghadapi tuntutan global.

Kurikulumnya berstandar internasional, sementara metode pembelajaran yang diterapkan selaras dengan kebijakan nasional. 

“Saya juga tadi sudah sempat melakukan observasi melihat bagaimana proses pembelajaran. Dan tadi saya bertanya kepada gurunya juga mereka sudah menerapkan pembelajaran mendalam atau deep learning sebagai salah satu kebijakan kami untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia,” jelasnya.

Tak hanya itu, fasilitas pendukung di sekolah ini turut menjadi perhatian. Abdul Mu’ti menyoroti hadirnya perangkat Interactive Flat Panel (IFP) yang diusahakan langsung oleh Wali Kota Samarinda

“Ini yang diusahakan sendiri oleh Pak Wali Kota. Walaupun mungkin kalau misalnya masih perlu, juga masih bisa kita kirim lagi IFP sesuai dengan arahan Pak Presiden, satu sekolah minimal satu IFP. Itu memang sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan meningkatkan motivasi belajar para murid di semua jenjang pendidikan,” tambahnya.

Abdul Mu’ti menekankan, keberadaan sekolah unggulan non-asrama sangat penting untuk menjangkau lebih banyak siswa di seluruh daerah. 

Selama ini Indonesia sudah memiliki model sekolah unggul berasrama, seperti sekolah Garuda maupun sekolah rakyat. Namun, sekolah non-asrama dinilai lebih inklusif. 

“Tujuannya adalah untuk memberikan layanan pendidikan yang terbaik, layanan pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak Indonesia. Dan mudah-mudahan itu semua bisa dapat terlaksana mulai pada tahun depan, mudah-mudahan bisa kita wujudkan secara bertahap,” paparnya.

Selain itu, Abdul Mu’ti juga menyinggung komitmen pemerintah terhadap perbaikan sarana-prasarana pendidikan lewat program revitalisasi sekolah. 

Menurutnya, tahun ini pemerintah telah menambah alokasi revitalisasi dari 10.440 sekolah menjadi 15.850 sekolah, atau naik lebih dari 30 persen. 

“Mudah-mudahan tahun depan juga kita bisa mengalokasikan dalam jumlah yang relatif sama untuk segera menuntaskan upaya kita memperbaiki sarana-prasarana pembelajaran di sekolah-sekolah kita,” tutupnya. (*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved