Berita Balikpapan Terkini
Pengakuan Warga Balikpapan Tertipu Modus PPPK, Tergiur Disposisi Palsu Walikota
Kasus penipuan berkedok penerimaan PPPK yang mencatut nama Walikota Balikpapan kembali menyita perhatian publik.
Penulis: Dwi Ardianto | Editor: Miftah Aulia Anggraini
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Kasus penipuan berkedok penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK yang mencatut nama Walikota Balikpapan kembali menyita perhatian publik.
Sejumlah korban, termasuk seorang warga di Balikpapan, menceritakan bagaimana mereka tertipu oleh pelaku yang mengaku bisa meloloskan peserta lewat “jalur partai” dengan menunjukkan dokumen berstempel dan bertanda tangan basah Wali Kota.
Salah satu korban, sebut saja Ibu S, mengaku awalnya ditawari kesempatan memasukkan anaknya melalui jalur khusus PPPK.
Tawaran itu datang dari seseorang yang sudah lama ia kenal.
Baca juga: Pencatut Nama Wali Kota Balikpapan Tipu 41 Orang dengan Modus P3K, Kerugian Capai Rp186 Juta
“Awalnya saya ditawari katanya ada lowongan jalur partai. Saya tidak terlalu tertarik, tapi dia terus menghubungi, bilang sayang kalau kesempatan ini diambil orang lain. Akhirnya saya dikirimi foto disposisi Walikota, lengkap tanda tangan basah dan stempel, jadi saya percaya,” tutur Ibu S kepada TribunKaltim.co, Senin (6/10/2025).
Pelaku meyakinkan korban bahwa anaknya akan ditempatkan di Balai Uji Kir Batakan.
Sebagai syarat administrasi, pelaku meminta uang senilai Rp3.780.000 yang disebut-sebut sebagai biaya tes narkoba lima parameter, SKCK, dan MCO.
“Katanya uang itu bukan untuk pelicin, tapi untuk biaya administrasi resmi. Karena ada disposisi dan stempel basah, saya percaya. Apalagi pelaku ini sudah saya kenal sejak lama,” lanjutnya.
Baca juga: Tipu 41 Korban Ratusan Juta, Pencatut Nama Wali Kota Balikpapan Rahmad Masud Ditangkap Polisi
Korban mengaku baru curiga setelah pelaku kembali meminta tambahan uang sebesar Rp1 juta, dengan alasan ada “kenaikan biaya.”
Merasa janggal, korban mencoba mengonfirmasi langsung ke Kepala BKPSDM Balikpapan, yang disebut-sebut dalam percakapan pelaku.
“Saya sampai empat kali mencoba menemui Bu Pur, Kepala BKPSDM. Akhirnya beliau menelepon saya malam Jumat dan bilang kalau itu tidak benar. Dari situ saya baru sadar kalau saya ditipu,” ungkapnya.
Korban kemudian mengetahui bahwa bukan hanya dirinya yang tertipu.
Baca juga: Polresta Balikpapan Ungkap Kasus Penipuan Modus Proyek Fiktif, Korban Alami Kerugian Rp 171,4 Juta
Berdasarkan data yang beredar, terdapat sekitar 41 orang korban dalam kasus serupa, dengan total kerugian jutaan rupiah per orang.
“Saya kenal delapan orang di antara mereka. Modusnya sama semua — ditunjukkan disposisi palsu, dijanjikan masuk PPPK lewat jalur partai,” katanya.
Pelaku sendiri disebut-sebut merupakan kenalan lama korban yang dulu aktif di salah satu organisasi keagamaan di Balikpapan.
| Artisan Curry Bowl Jadi Menu Baru Taralaya Social Grounds Balikpapan yang Ramah Keluarga |
|
|---|
| Pekerja Digital Belum Terlindungi Optimal, DPR RI dan BPJS Bahas Skema Jaminan Sosial |
|
|---|
| Kapolresta Balikpapan Catat Personal Best di Kemala Run 2026 Bali |
|
|---|
| Tekan Kanker Serviks, 50 Perempuan di Balikpapan Dapat Vaksin HPV Gratis |
|
|---|
| Debut Manis Polwan Balikpapan di Kemala Run 2026, Ipda Salsy Sofi Finis 4 Besar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20251002_Kasus-Penipuan-Modus-P3K-di-Balikpapan.jpg)