Dampak Tambang di Samboja
Warga di Kukar Terkepung Tambang, DPRD dan ESDM Didesak Turun Tangan
Sejumlah warga di Desa Argosari, Kecamatan Samboja Barat, Kutai Kartanegara dihantui suara gemuruh
Penulis: Gregorius Agung Salmon | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMBOJA - Sejumlah warga di Desa Argosari, Kecamatan Samboja Barat, Kutai Kartanegara (Kukar), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) kini dihantui dengan suara gemuruh yang selimuti desa itu.
Suara gemuruh itu bukan hanya mengganggu waktu istirahat siang ataupun malam, kini mereka warga harus berhadapan dengan berbagai masalah.
Sejumlah persoalan yang mereka hadapi mulai dari hasil panen perkebunan sudah berkurang, batang pohon pisang mati, ganti rugi lahan tak kunjung dibayar hingga rumah harus dikosongkan karena tambang batu bara.
Susianty (42), seorang ibu rumah tangga warga Desa Argosari, Kecamatan Samboja Barat, Kukar, menceritakan aktivitas tambang PT Singlurus Pratama baru dimulai pada 2018.
Sementara keluarganya sudah mendiami kawasan itu sekira tahun 1960-an.
Baca juga: Tambang Batu Bara Dekat Sekolah di Samarinda, Warga Resah karena Merasa Terancam
Sejak perusahaan itu datang, kehidupan di desa itu mulai berubah.
Sedangkan Susianty sendiri dan suaminya baru mulai dampak tambang kian terasa pada tahun 2024 dan pada tahun itu juga, perusahaan menjanjikan pembebasan lahan.
"Rumah saya ini mau dibebasin juga bilangnya, Sampai sekarang pun enggak ada. Enggak ke sini bosnya ini,"katanya.
Ironisnya, saat ini rumah Susi benar-benar dikelilingi oleh area pertambangan, dengan galian di sisi kanan, belakang dan kirinya.
Situasi ini memaksanya untuk mengungsi pada Februari 2024. Saat itu Perusahaan memang menanggung biaya sewa rumahnya, tetapi hanya sampai Januari 2026.
"Belum tentu kan dibayarin terus itu sewaan," ujarnya.
Ia juga bilang, warga sempat melaporkan kondisi itu dan mengadakan mediasi di kelurahan.
Baca juga: Aktivitas Tambang Batubara Dekat Pemukiman dan Jalan Negara Masih Jadi Momok, Cek Keterangan Polisi
Walaupun survei dilakukan oleh pemerintah setempat, namun tindak lanjutnya.
"Sudah berapa bulan ini enggak ada kabar," ujarnya.
Sementara warga lain, Paniyem menceritakan, cara kerja sebuah perusahaan pertambangan tertentu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20251014_Dugaan-Tambang-di-Argosari-Kukar.jpg)