Berita Samarinda Terkini
Pemkot Samarinda Ajak Warga Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis, Syaratnya Hanya KTP dan Kartu BPJS
Pemkot Samarinda kembali menegaskan pentingnya partisipasi masyarakat dalam program Cek Kesehatan Gratis Kota Samarinda, Kaltim
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda kembali menegaskan pentingnya partisipasi masyarakat dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang disediakan di seluruh puskesmas Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Program ini dinilai menjadi langkah preventif paling efektif untuk mendeteksi dini penyakit tidak menular, seperti diabetes dan hipertensi, yang sering kali tidak disadari masyarakat hingga kondisinya sudah parah.
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, mengingatkan bahwa fasilitas pemeriksaan gratis tersebut seharusnya dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh warga.
Ia menilai, rendahnya kesadaran masyarakat menjadi tantangan tersendiri dalam upaya mewujudkan derajat kesehatan yang lebih baik di kota ini.
Baca juga: Top 5 Kabupaten/Kota dengan Jumlah Puskesmas Terbanyak di Kalimantan Timur
Dengan adanya CKG, masyarakat bisa datang ke puskesmas di wilayahnya masing-masing.
"Tapi kesadaran masyarakat ini kan kurang, sehingga kita harus beri tahu dan sosialisasi terus menerus. Harusnya kita bisa mencegah secara dini dengan CKG agar kesehatan kita bisa baik,” ujar Saefuddin.
Penekanan yang sama disampaikan oleh drg. Aprilya Lailati, Kepala Puskesmas Pasundan.
Ia membenarkan bahwa layanan CKG dapat diakses oleh siapa pun warga Samarinda yang ingin melakukan skrining kesehatan tanpa dipungut biaya.
Baca juga: Dinkes Kaltim Alokasikan Rp 5 Miliar untuk Program Cek Kesehatan Gratis
“Memang benar apa yang dikatakan Pak Wawali, ada CKG di puskesmas yang bisa dilakukan oleh siapa saja yang ingin melakukan skrining secara gratis. Kami sudah sering sampaikan informasi melalui website dan media sosial, termasuk poster untuk mengajak warga melakukan CKG,” katanya, Rabu (15/10/2025).
Menurut Aprilya, tujuan utama program ini adalah agar masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal. Skrining rutin juga dapat membantu mendeteksi penyakit yang selama ini tidak disadari.
“Kalau mereka sehat bisa melakukan cek enam bulan sekali di CKG. Kalau punya penyakit seperti kencing manis, tekanan darah, dan sebagainya, bisa melakukan pemeriksaan secara rutin ke puskesmas terdekat,” tambahnya.
Adapun syarat mengikuti CKG cukup sederhana yakni peserta hanya perlu membawa KTP berdomisili Kota Samarinda dan kartu BPJS, baik dari kategori KIS, Mandiri, maupun Pemerintah.
Hingga tahun 2025, Kota Samarinda memiliki 26 puskesmas aktif yang tersebar di 10 kecamatan, mencakup wilayah padat penduduk hingga daerah pinggiran kota termasuk Puskesmas Pasundan.
Meski demikian, tingkat partisipasi masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Pasundan dinilai masih rendah.
Banyak warga yang menganggap skrining ini bersifat sementara, atau bahkan takut mengetahui kondisi kesehatannya sendiri.
| Polresta Samarinda Musnahkan 3 Kg Sabu dan 2,2 Kg Ganja Hasil Pengungkapan Kasus Selama 3 Bulan |
|
|---|
| Parkir Liar Kembali Marak di RSUD AW Syahranie, Dishub Samarinda Amankan Jukir |
|
|---|
| Wawali Samarinda Angkat Suara Soal Isu Bankeu Kaltim 2027 Dihapus, Harap Pemprov Terketuk |
|
|---|
| Turun di Bawah Target Nasional, Angka Stunting Samarinda 17,13 Persen |
|
|---|
| Soal Rehabilitasi Balaikota Samarinda Rp17,5 Miliar, Andi Harun Sebut Anggaran Tergolong Hemat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20251015_Cek-Kesehatan-Gratis-di-Samarinda-Kaltim.jpg)