Kamis, 30 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Walikota Samarinda Andi Harun Pastikan Dana RT Probebaya tak Tersentuh Efisiensi

Pemerintah Kota Samarinda, Kalimantan Timur berkomitmen untuk tetap menjaga keberlanjutan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI
PROBEBAYA -  Walikota Samarinda Andi Harun menjelaskan keberlanjutan Program Probebaya di tengah kebijakan efisiensi anggaran daerah, Kamis (23/10/2025). ia memastikan dana Rp100 juta per RT tetap aman dan berperan sebagai penggerak ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput. (TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA — Pemerintah Kota Samarinda, Kalimantan Timur berkomitmen untuk tetap menjaga keberlanjutan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya). 

Walikota Samarinda Andi Harun memastikan bahwa meskipun terjadi pemangkasan Dana Transfer ke Daerah (TKD), program unggulan berbasis partisipasi warga tersebut tetap berjalan aman pada tahun 2026.

“Untuk itu aman, karena itu bagian dari belanja yang menunjang kegiatan ekonomi masyarakat. Saya sudah tekankan tiga: satu adalah pelayanan dasar, dua pelayanan publik, dan tiga belanja penunjang kegiatan ekonomi masyarakat,” ujar Andi Harun baru-baru ini (23/10). 

Ia menegaskan bahwa keberlanjutan Probebaya telah dikunci dalam struktur belanja daerah 2026. 

“Probebaya kita sudah kunci, kita memastikan aman di 2026. Uang ini, dana pembangunan ini, akan beredar di masyarakat dan kita harapkan menjadi stimulan untuk tetap menjaga kualitas pertumbuhan ekonomi kita,” lanjutnya.

Baca juga: Di Depan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Wali Kota Andi Harun Beber 3 Masalah Pertanahan Samarinda

Program Probebaya sendiri telah menjadi salah satu ikon pembangunan kolaboratif Kota Samarinda sejak awal masa kepemimpinan Andi Harun.

Mengusung filosofi bebaya yang berasal dari bahasa Kutai dan berarti gotong royong, program ini menitikberatkan pada pembangunan dari skala terkecil, yaitu Rukun Tetangga (RT).

Setiap RT menerima alokasi anggaran sebesar Rp100 juta, dengan komposisi 60 persen untuk pembangunan infrastruktur lingkungan dan 40 persen untuk pemberdayaan masyarakat. 

Skema ini dirancang untuk menciptakan keseimbangan antara pembangunan fisik dan peningkatan kapasitas sosial ekonomi warga.

Sebelumnya Andi Harun pernah menegaskan bahwa gagasan Probebaya muncul dari hasil telaah panjang terhadap akar persoalan pembangunan di tingkat bawah. 

Ia mencontohkan, salah satu kendala klasik yang sering dihadapi warga miskin di tingkat RT adalah keterbatasan biaya pendidikan anak.

Melalui alokasi 40 persen dana pemberdayaan, pemerintah dapat mengidentifikasi data kebutuhan warga sekaligus memberikan intervensi berbasis partisipasi.

Namun, Andi Harun menegaskan bahwa Probebaya tidak berhenti pada isu penuntasan kemiskinan semata. 

“Kami juga ingin mendidik kemandirian ekonomi di tingkat warga, sehingga masyarakat bisa memiliki kemampuan melalui pelatihan yang kita berikan, seperti pelatihan jahit menjahit untuk ibu-ibu dan sebagainya yang ingin berusaha,” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, Pemkot Samarinda juga menempatkan aspek pengawasan dan evaluasi sebagai kunci. Monitoring dilakukan secara berkala untuk memastikan efektivitas serta akuntabilitas penggunaan anggaran di setiap RT.

Baca juga: 3 Masalah Pertanahan Samarinda Dibahas Walikota Andi Harun Bersama Menteri ATR/BPN

Tak hanya itu, Pemkot memberikan penghargaan tahunan Probebaya Award sebagai bentuk apresiasi terhadap RT-RT yang menunjukkan dedikasi dan inovasi dalam mengelola dana program. 

“Penghargaan itu diberikan kepada RT-RT yang menunjukkan kinerja terbaik dalam pelaksanaan Probebaya,” tutupnya. (*)

 

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved