Minggu, 26 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Diskumi Samarinda Perkirakan Ribuan UMKM Baru Hingga Akhir Tahun

Tercatat sebanyak 857 pelaku usaha baru telah terdaftar dan memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) di Samarinda

TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI
UMKM -  Kepala Diskumi Samarinda Jusmaramdhana bersama Assisten II Marnabas saat berkeliling stand UMKM di Mall SCP Samarinda. Jusmaramdhana menjelaskan peningkatan signifikan jumlah UKM baru di Samarinda yang kini mulai menembus pasar internasional melalui kerja sama dan program pembinaan berkelanjutan. (TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA — Pertumbuhan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Kota Samarinda menunjukkan tren yang semakin menjanjikan.

Berdasarkan data Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian (Diskumi) Kota Samarinda per Juli 2025, tercatat sebanyak 857 pelaku usaha baru telah terdaftar dan memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).

Kepala Diskumi Samarinda, Jusmaramdhana, menyebut angka tersebut mencerminkan geliat ekonomi warga yang terus tumbuh.

Ia memperkirakan jumlahnya bisa mencapai seribu pelaku UKM baru hingga akhir tahun.

“Data per Juli 2025 ada 857 baru terdaftar NIB. Akhir tahun lalu ada 47 ribu lebih jumlah total di Samarinda, baik UMKM kuliner, kriya, maupun tenun. Bisa capai seribu di tahun ini yang masuk di bawah binaan Diskumi,” ujarnya.

Baca juga: 430 Ribu UMKM Jadi Tulang Punggung Ekonomi Kreatif Kalimantan Timur

Ia menjelaskan, pelaku usaha yang masuk dalam binaan Diskumi adalah mereka yang telah memiliki legalitas usaha, minimal melalui kepemilikan NIB sebagai dasar administrasi.

“Dalam kegiatan UKM ada klasifikasinya, kategori menengah dan seterusnya. UMKM lebih ke atas kelasnya, kalau UKM skala rumahan itu. Industri sudah masuk UMKM. Di Samarinda, Diskumi lebih ke UKM-nya,” terangnya.

Menurut Jusmaramdhana, pertumbuhan UKM yang signifikan ini menunjukkan semangat kemandirian warga Samarinda dalam mengembangkan ekonomi berbasis lokal.

Diskumi pun, katanya, terus berinovasi dalam pembinaan dan pendampingan.

“Pembinaan selalu berinovasi. Kita selalu mempermudah pemasaran, menjaga kualitas, dan kami membantu pengawalan terhadap pemasaran ke luar kota Samarinda,” tambahnya.

Salah satu sektor yang terus menunjukkan peningkatan adalah produk kuliner khas daerah yang telah masuk ke kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) Jakarta.

Produk-produk seperti abon dan amplang kini tidak hanya menjadi oleh-oleh khas Samarinda, tetapi juga mulai menembus pasar yang lebih luas.

“Kita ingin produk bisa ke mancanegara. Bekerja sama dengan Dekranasda untuk memperkenalkan produk ke luar negeri seperti Italia fesyen, tas manik, ada peraga busana juga seni budaya dan tarian,” jelasnya.

Capaian membanggakan pun datang dari salah satu produk kerajinan tas asal Samarinda yang berhasil lolos kurasi dan dipajang di salah satu pusat kuliner Nusantara di Kuala Lumpur, Malaysia. 

Jusmaramdhana menuturkan, keberhasilan itu bukan hal mudah karena produk harus melewati sejumlah tahap seleksi ketat.

Baca juga: Pemprov Kaltim Catat 430 Ribu Pelaku UMKM Aktif, Mulai Kuliner hingga Fashion

"Banyak syaratnya, tidak hanya soal kualitas tapi juga proses pembuatan dan penanganan limbahnya untuk bisa masuk ke pasar dunia,” pungkasnya. (*)

 

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved