Minggu, 7 Juni 2026

Berita Samarinda Terkini

Prostitusi Loa Hui Samarinda Kembali Marak, Pemkot akan Deportasi Ratusan Non-warga Lokal

Adanya ratusan orang yang terlibat dalam bisnis prostitusi di Loa Hui Samarinda dan mereka mayoritas bukan warga Samarinda.

Tayang:
Penulis: Gregorius Agung Salmon | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/GREGORIUS SALMON
PROSTITUSI SAMARINDA 2025 - Plt Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Samarinda, Asli Nuryadin, mengungkapkan bahwa adanya ratusan orang yang terlibat dalam bisnis prostitusi di Loa HuiKelurahan Loa Janan Ilir, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) dan mereka mayoritas bukan warga asli Samarinda. 

Ringkasan Berita:
  • Pada kawasan itu berdiri SMPN 43 Samarinda tapi lokalisasi tuna asusila masih beroperasi;
  • TNI, Kepolisian, dan Satpol PP, pada prinsipnya mendukung penuh penutupan permanen.

 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tengah menyiapkan langkah penertiban penyakit sosial terhadap maraknya kembali aktivitas prostitusi di eks lokalisasi Loa Hui, Kelurahan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Demikian dibeberkan Plt Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Samarinda, Asli Nuryadin kepada TribunKaltim.co usai rapat koordinasi yang digelar Jumat (21/11/2025), di Ruangan Coaching clinic lantai II Inspektorat daerah jakan Dahlia Samarinda

Dia mengungkapkan, adanya ratusan orang yang terlibat dalam bisnis prostitusi di Loa Hui Samarinda dan mereka mayoritas bukan warga Samarinda.

Padahal di kawasan itu telah berdiri SMPN 43 Samarinda tapi lokalisasi itu masih beroperasi. 

Baca juga: Penginapan Sekitar IKN Jadi Sasaran Prostitusi Online, Polda Kaltim Gerak Cepat

"Di Loa Hui itu Loa Janan Ilir itu kan eks lokalisasi. Nah, tapi di razia kemarin berdasarkan informasi kayaknya berkembang lagi bisnis prostitusi itu," ujarnya. 

Ia menyampaikan dari data yang dipaparkan saat rapat itu, ada sekitar 200-an orang yang terjaring razia tidak memiliki domisili resmi di lokasi tersebut. 

"Dan itu kan orang luar semua tuh. Bahkan perempuan semua lagi. Sehingga itu mau kita tertibkan," tegasnya.

Asli menjelaskan, langkah konkret pasca-rapat adalah menginventarisasi data dan bukti yang dikumpulkan dari camat, lurah, TNI, Polri, dan Satpol PP. 

Kata dia, pihak aparat dari TNI, Kepolisian, dan Satpol PP, mereka prinsipnya mendukung penuh penutupan permanen aktivitas tersebut.

"Harusnya kan dia pakai identitas yang resmi masuk. Tempat-tempat yang dianggap menjadi tempat yang tidak benar itu kan harus ditertibkan. Buktinya kemarin ada miras segala macam juga di sana kan," tambahnya.

Baca juga: Praktik Prostitusi Online di IKN Kaltim Diusut, Polisi Temukan Pola dan Tutup Lokasi

Meskipun belum ada keputusan final, Asli memastikan hasil resume rapat dan telaahan akan segera dilaporkan kepada Wali Kota Samarinda Andi Harun, dalam minggu-minggu ini untuk menentukan langkah selanjutnya. 

Salah satu opsi yang kata dia bakal mengembalikan para tuna susila tersebut ke daerah asal mereka masing-masing.

"Kita baru inventarisir, minta pendapat dari camat, lurah segala macam, bukti-bukti segala macam sudah saya kira cukup banyak, dokumen itu, tinggal nanti kita buat resume rapatnya, telaahannya kita laporkan ke Pak Wali," pungkasnya. (*) 

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved